Kasus Korupsi, Penyidik Geledah Kantor Dikpora dan Inspektorat Maluku


satumaluku.com- Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon menggeledah kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dan Inspektorat Maluku, terkait dugaan korupsi anggaran seksi olahraga tahun 2014 sebesar Rp8 miliar.

Enam orang anggota tim Pidus Kejari Ambon dipimpin Jaksa vitalis Teturan mendatangi kedua kantor tersebut, Selasa (siang, sehingga mengebohkan para pegawai yang sedang melaksanakan aktivitasnya.

Tim yang juga didampingi Kasi Pidus Kejari Ambon Irwan Somba, menggeledah ruangan bendaharawan Dikpora Maluku.

Setelah itu, tim Pidsus mendatangi ruangan Inspektorat di kantor Gubernur Maluku dan mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan dugaan korupsi.

Vitalis Teturan usai melakukan penggeledahan di kantor Inspektorat mengatakan langkah tersebut dilakukan dikarenakan pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Kasus ini telah dinaikkan ke penyidikan sehingga kami harus bertindak cepat dengan melakukan penggeladahan di keua kantor tersebut, guna mengamankan dokumen-dokumen yang dapat dijadikan alat bukti diproses hukum.

Vitalis mengakui, pihaknya pertama mendatangi kantor Dinas Pendidikan Maluku di kawasan batu Gajah untuk melakukan penggeledahan, tetapi berdasarkan penjelasan Kadis Saleh Thio, seluruh dokumen menyangkut penggunaan anggaran bantuan tersebut, telah dibawa ke Dikpora setelah dinas tersebut dilebur dan berdiri sendiri setahun terakhir.

“Karena itu, kami mengalihkan penggeledahan pada ruangan Bendahara Dikpora di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon untuk menemukan alat bukti yang diperlukan. Sedangkan pada Inspektorat kami mengamankan sejumlah dokumen hasil audit proyek tersebut,” katanya.

Dia membenarkan, berdasarkan hasil temuan diperoleh sejumlah bukti baru diantaranya anggaran Dekonsentrasi yang dikucurkan tahun 2014 untuk membiayai sejumlah kegiatan olahraga di Maluku ternyata sebesar Rp8 miliar lebih, tetapi yang dilaporkan hanya sebesar Rp5 miliar.

“Sebanyak 19 bundel dokumen yang kami amankan dari kedua kantor tersebut dan ternyata anggaran yang dikucurkan untuk membiayai sejumlah kegiatan olahraga di Maluku sebesar Rp8 miliar lebih, sedangkan yang dilaporkan hanya Rp5 miliar,” ujarnya.

Dia menambahkan seluruh dokumen yang diamankan tersebut sangat diperlukan untuk proses pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut hingga tuntas, terutama dalam menetapkan para tersangka yang terlibat.

“Kasus ini akan ditangani hingga tuntas. Siapa pun yang terlibat dalam proses pencairan dan penggunaan anggaran kegiatan olahraga tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya. (*)

sumber: antara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s