JMP Galala-Poka Sudah Siap, Pembebasan Lahan Underpass Belum Tuntas


satumaluku.com- Pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) Galala-Poka sudah rampung dan kini memasuki tahapan uji coba kelayakan. Namun, masalah proses pembebasan lahan untuk pembangunan underpass Sudirman yang menjadi kesatuan dari keberadaan JMP Galala-Poka belum juga tuntas.

Pemilik lahan yang terkena proyek masih tetap bersikukuh mempertahankan harga lahan Rp2,5 juta per meter, sedangkan pemerintah Provinsi Maluku menilai harga lahan hanya Rp425.000 per meter, setelah sebelumnya dinilai Rp200.000 per meter.

“Pemkot Ambon sudah melaksanakan tugas dengan baik sejak tahun 2013 lalu. Kita sudah mengidentifikasi, melakukan pendataan, pengukuran kemudian mengumumkan kepada publik terkait dengan pembebasan lahan tersebut dan selanjutnya menjadi tanggung jawab pemprov maluku untuk membayar ganti rugi lahan underpass,” jelas Kepala Bappeda Kota Ambon Dominggus Matulapelwa di Balai Kota Ambon, Senin (15/2), dilansir Siwalima.

Menurut Matulapelwa, masih ada satu pemilik lahan yang belum sepakat dengan pemerintah sehingga pemprov Maluku meminta kembali meminta bantuan Pemkot Ambon untuk melakukan fasilitasi dengan pemilik tersebut.

“Di tahun 2014, pemprov menggelontorkan anggaran APBD untuk pembebasan lahan kepada sejumlah warga yang memiliki lahan namun ada satu pemilik tanah yang belum juga sepakat dengan proses ganti rugi yang ditawarkan oleh pemerintah. Selanjutnya di tahun 2015 ada anggaran dari APBN yang dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang diperuntukan untuk membayar kepada pemilik lahan namun sampai kini belum juga disepakati sehingga uang tersebut dikembalikan ke pemerintah pusat,” katanya.

Lahan yang sementara ini menjadi masalah seluas 839 meter persegi. Pemerintah Provinsi Maluku menilai nilai lahan sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yaitu Rp425 ribu per meter. Namun Nurhayati Tutupoho selaku ahli waris pemilik lahan mematok harga Rp2,5 juta per meter.

Dalam market pembangunan JMP Galala-Poka, lahan seluas 898 meter persegi di kawasan jalan Jenderal Sudirman milik keluarga Tutupoho ini diprogramkan masuk dalam proyek jalan bawah tanah (underpass) menuju atau keluar jembatan merah putih yang saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pertemuan dengan pihak pemprov sudah dilakukan, beberapa kali. Namun tetap masih menemui jalan buntu. Pihak DPRD juga sudah mencoba melakukan fasilitasi, namun gagal juga.

Untuk diketahui, proyek underpass sudirman menggunakan APBN tahun 2015 senilai Rp37 miliar. Namun, sampai saat ini proyek tersebut belum juga diselesaikan akibat persoalan ganti rugi lahan yang belum juga ada titik temu. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s