Bernostalgia dengan Van Dijk Band, Melodi Maluku dari Negeri Belanda


satumaluku.com- Maluku memiliki daya tarik bagi mereka yang pernah datang dan tinggal di Negeri Raja Raja ini. Tak terkecuali dengan Paul Van Dijk, seorang dokter yang pernah bertugas di Rumah Sakit Otto Kuyk Ambon, Maluku, pada 1977 lalu. Dia sungguh jatuh cinta dengan musik Maluku.

Selama di Ambon, Paul Van Dijk mempelajari lagu-lagu Maluku dari para perawat yang bekerja dengannya. Ketika anak-anaknya lahir, Van Dijk yang belakangan kembali pulang ke Negeri Belanda, selalu memutar lagu-lagu Maluku untuk mereka.

Pulang ke Belanda, Van Dijck yang tinggal bersama keluarga di Wilayah Marken, Amsterdam, selalu dibalut rasa rindu kepada tanah Maluku. Hingga akhirnya Paul membentuk band keluarga yang diberinama Van Dijck Band dengan mengusung musik dan lagu-lagu Maluku.

Hendriette van Dijk, istri dari dokter Paul van Dijk bercerita sejak bertugas di Ambon suaminya sangat menyukai orang Ambon termasuk budayanya. Setelah dikarunia empat orang anak, kata Mama Yet, ternyata Paul van Dijk mengajari anak-anaknya dengan lagu-lagu Ambon yang pernah dia pelajari.

“Anak-anak kami pun mulai mencintai Maluku bahkan ketika pada tahun 1994 saat kami sekeluarga datang berlibur Natal di Ambon dan menginap di Wisma Gonzalo Veloso ternyata si bungsu Cato tidak mau pulang ke Belanda dan ingin tetap di Ambon,” katanya, tulis Izaac Tulalesy di siwalima, 2009 lalu.

Mama Yet juga menjelaskan Van Dijk Band selama ini memang selalu diundang pada acara-acara orang Maluku di Belanda bahkan setiap tahun juga selalu menyanyi lagu-lagu Maluku di pasar Malam Maluku.

Tahun 2009, lalu, yakni pada 21 dan 22 Agustus, Van Dijk sempat balik lagi ke Kota Ambon. Kali ini, bersama keempat anaknya mereka menggelar konser di Taman Budaya, Karang Panjang Ambon.

Setiap malamnya gedung teater tertutup Taman Budaya Maluku dipenuhi penonton untuk menyaksikan Dokter Paul van Dijk bersama empat putra-putrinya menyuguhkan belasan lagu, empat lagu diantaranya berbahasa Inggris sedangkan sisanya merupakan lagu Maluku yang dinyanyikan secara apik oleh mereka sambil sesekali berganti alat musik.

Dalam acara bertajuk “Van Dijk Band Charity Show Ambon Tour 2009” tersebut, penampilan trio vocal Floor, Sofie dan Cato yang dipadu dengan Joost (vocal/drum/gitar) serta sang ayah Paul van Dijk (gitar) sangat memukau para penonton, apalagi Floor selain vocal juga bermain bas, Sofie (vokal, biola, gitar) dan Cato (vocal dan biola).

Mengawali penampilan Van Dijk Band tersebut, Hendriette van Dijk, istri dari dokter Paul van Dijk tampil dengan anggun mengenakan kebaya Ambon menyapa para penonton. Mama Yet, panggilan akrabnya mengawali sambutan perkenalan dengan bahasa Melaku Ambon, namun kemudian diganti dengan bahasa Inggris.

Begitu konser hari terakhir Sabtu (22/8/2009) dimulai, Paul langsung menyapa para penonton. “Malam bae,” ujar Paul yang langsung disambut tepuk tangan para penonton yang sudah menunggu penampilan mereka malam itu.

Van Dijk Band kemudian tampil menggebrak dengan beberapa lagu Ole Sioh. Kemerduan suara Van Dijk Band kemudian dilanjutkan dengan lagu Sincerelly, Buka Pintu, Panggayo, Gepe-Gepe, Falling in Love, Kole-Kole, I Wanna Hold Your Hand dan Ouw Ullath e.

Usai beristirahat sekitar 30 menit setelah menyanyikan lagu Ouw Ullath e, personil Van Dijk Band kemudian tampil pada sesi kedua dengan penampilan yang sangat luar biasa. Setelah pada sesi pertama mereka menggunakan busana modern ala Eropa, maka di sesi kedua mereka menggunakan pakaian Ambon. Paul menggunakan baniang berwarna merah, Joost baniang biru, Sofie berkebaya biru, sedangkan Floor dan Cato berkebaya merah.

Sesi ini dimulai Van Dijk Band dengan menyanyikan lagu Beta Berlayar Jauh. Namun tidak semua personil berada diatas panggung. Cato ternyata muncul dari arah belakang penonton yang sementara serius memandang keatas panggung. Suara khas Cato yang tampil dengan berkebaya Ambon warna merah tersebut mengagetkan penonton, apalagi Cato mampu bereksplorasi dengan suara merdunya.

Penampilan mereka pun dilanjutkan dengan lagu Waktu Hujan Sore-Sore, Ayo Mama, Laju-Laju, Lembe-Lembe, Poco-Poco, Sayang Kane dan diakhir dengan Maluku Tanah Pusaka.

Orang-orang Maluku sangat merasa dekat dengan Van Dijk Band yang mempopulerkan lagu-lagu Maluku di Tanah Belanda. Makanya, video-video Van Dijk Band di Youtube selalu dikunjungi.  (izaac tulalessy/petra josua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s