Maluku Tengah, Kabupaten Tertua di Maluku yang Masih Tertinggal


satumaluku.com- Maluku Tengah, sebagai kabupaten tertua di Provinsi Maluku, masih masuk kategori kabupaten tertinggal. Hal ini didasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131/2015 tentang Penetapan daerah tertinggal tahun 2015-2019.

Dalam Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 4 November tersebut, ada 121 Kabupaten di Indonesia yang masuk daerah tertinggal.

Pengertian Daerah Tertinggal adalah daerah Kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional.

Khusus untuk Provinsi Maluku, selain Kabupaten Maluku Tengah, juga ada tujuh kabupaten lain yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Ke-7 kabupaten itu adalah Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan Kepulauan Aru. Tapi ke-7 kabupaten tersebut lahir di masa reformasi.

Dua kabupaten yang lahir bersama Kabupaten Maluku Tengah, yakni Kota Ambon dan Maluku Tenggara, tidak masuk dalam daftar kabupaten tertinggal di Maluku bersama dengan Kota Tual.

Baca Juga:

Ironi Kabupaten Maluku Tengah

Maluku Tengah Terbaik dalam Penyiapan Data Kemiskinan

Pembentukan Kabupaten Maluku Tengah dibentuk bersama Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Utara (kini Provinsi Maluku Utara) dengan UU No. 1 Tahun 1957 tanggal 18 januari 1957 yang kemudian ditetapkan dengan undang-undang No. 20 Tahun 1958 (L.N. No. 60/1958).

Sejak ditetapkan sebagai daerah tertinggal pada November 2015 lalu, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, Senin (7/3/2016), tiba-tiba menyampaikan keberatan dengan keputusan pemerintah pusat.

“Saya merasa keberatan, Kabupaten Maluku Tengah masuk dalam daerah tertinggal,” kata Tuasikal dilansir Kompas.com, Senin (7/3/2016).

Berikut kriteria suatu daerah dikategorikan sebagai daerah tertinggal:

1. Geografis. Umumnya secara geografis daerah tertinggal relatif sulit dijangkau karena letaknya yang jauh di pedalaman, perbukitan/ pegunungan, kepulauan, pesisir, dan pulau-pulau terpencil atau karena faktor geomorfologis lainnya sehingga sulit dijangkau oleh jaringan baik transportasi maupun media komunikasi.

2. Sumberdaya Alam. Beberapa daerah tertinggal tidak memiliki potensi 2. sumberdaya alam, daerah yang memiliki sumberdaya alam yang besar namun lingkungan sekitarnya merupakan daerah yang dilindungi atau tidak dapat dieksploitasi, dan daerah tertinggal akibat pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan.

3. Sumberdaya Manusia. Pada umumnya masyarakat di daerah tertinggal mempunyai tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan yang relatif rendah serta kelembagaan adat yang belum berkembang.

4. Prasarana dan Sarana. Keterbatasan prasarana dan sarana komunikasi, transportasi, air bersih, irigasi, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan lainnya yang menyebabkan masyarakat di daerah tertinggal tersebut mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial.

5. Daerah Terisolasi, Rawan Konflik dan Rawan Bencana. Daerah tertinggal secara fisik lokasinya amat terisolasi, disamping itu seringnya suatu daerah mengalami konflik sosial bencana alam seperti gempa bumi, kekeringan dan banjir, dan dapat menyebabkan terganggunya kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi.

(petra josua)

2 thoughts on “Maluku Tengah, Kabupaten Tertua di Maluku yang Masih Tertinggal

  1. dr masi ana2 (th 50n) smp oras ini klo plg kmpung musti lwt pnggir2 rmh d tulehu br cr speed vr bw. Bupati skrg ade kk deng bupati yg sblmx.Dngn mndpt prhargaan ini mudh2n dana bs d prgunakn u/ hal yg brmanfaat bg rakyat Malteng… semoga

    Like

  2. Wahai Bupati Maluku Tengah yang sekarang maupun yang terdahulu. kamu semua gunakan uang APBD yang selama ini kemana sajakah??? kong daerah ini masih saja tertinggal?? saya menghimbau vor Bpk” KPK. tolong kesana dan usut sampai keakar”nya. dan dari sini saya menghimbau vor toko Masyarakat dan kaum Mahasiswa dipandang perlu surati buat Bapak JOKOWI secara langsung, jangan tinggal diam membisu. ini bukan jaman DINASTI, sekarang jaman Millenium yg di komandai Bapak JOKOWI. yang salah tetap salah saja dan tidak akan dibenarkan. orang bijak berkata : JANGAN BENARKAN HAL YANG BIASA TAPI BIASAKAN HAL YANG BENAR.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s