Panas Pela Ariate-Ketapang di Huamual Seram Bagian Barat


satumaluku.com- Masyarakat Negeri Ariate dan Dusun Katapang di Huamual, Seram Bagian Barat, Rabu (9/3/2016) melaksanakan prosesi adat panas pela, di Ketapang. Acara dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaf, Bupati Seram Bagian Barat Bob Puttileihalat dan Bupati Pulau Buru Ramli Umasugi.

Masyarakat kedua negeri di Pulau Seram itu sangat antusias mengikuti prosesi Panas Pela yang sakral tersebut. Baik masyarakat Ariate yang beragama Kristen dan masyarakat Ketapang, terlihat saling membaur dan mengikuti prosesi adat secara hikmat.

Ikatan pela yang terjalin di Kampung Katapang antara masyarakat Kampung Katapang dengan Desa Ariate adalah ikatan pela yang dibangun berdasarkan sumpah.

Ikatan ini terbangun karena kedua pihak saling membantu dan saling menyelamatkan masyarakat dari sejumlah peristiwa yang terjadi.

Dulu, masyarakat Katapang sering dibantu dalam pemberian informasi jika ada penyerangan pasukan yang saat itu ingin mendirikan Republik Maluku Selatan. Setiap ada rencana penyerangan oleh pasukan RMS ke Katapang, informasi itu langsung disampaikan oleh masyarakat Ariate kepada masyarakat Katapang untuk dapat mempersiapkan diri.

Sebaliknya pada gerakan pemberontakan DI/TII pada tahun 1952 masyarakat Katapang yang sering memberikan informasi kepada masyarakat Ariate bila ada rencana penyerangan.

Kejadian ini berlangsung secara terus menerus sehigga hubungan kekeluargaan antara masyarakat Katapang dan Ariate menjadi sangat erat. Akhirnya kedua kampung ini sepakat untuk saling mengikat tali persaudaraan lebih erat lagi dengan ikatan budaya adat Maluku yaitu ikatan Pela.

Prosesi sumpah yang dilakukan pada pengangkatan Pela Katapang–Ariate merupakan sebuah kegiatan yang sangat sakral. Saat itu, kedua belah pihak bersumpah dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing kemudian mengambil darah dari masing-masing pemuka adat lalu ditempatkan dalam sabuah wadah (tempurung kelapa) kemudian di minum.

Sisa darah tersebut kemudian dituangkan ke dalam sebuah wadah yang berisi air dan dibagikan kepada seluruh warga kedua belah pihak yang hidup pada saat itu dari orang tua hingga bayi yang baru lahir. kemudian sisanya lagi yang telah tercampur air tadi dimasukan kedalam sumur utama kedua kampung.  (ald)

3 thoughts on “Panas Pela Ariate-Ketapang di Huamual Seram Bagian Barat

  1. pengakatan pela ariate katapang ini su melanggar adat di maluku, karna ariate bukanlah negri adat begitu juga dengan katapang, bhkan katapang itu bukanlah penduduk asli maluku,

    ariate itu bagian dri negri adat kaibobo, bt sebagai anak adat dri negri kaibobo dan bt juga merupakan bagian dri negri ariate seng mengakui pengakatan pela ini, karena pengakatan pela antara arite katapang tidk sesui dgn hukum adat yg ada di maluku.

    Like

  2. terserah apa yg anda katakan tentang kami.
    yg merasakan itu kami bukan anda” sekalian, klow mau bilang melangar adat, anda harus tau dlu silsila asal sebenarnya anda itu dari mna!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s