6 Oknum Polisi di Namrole Aniaya Warga, Dijebloskan ke Sel, Dirawat di Namlea


satumaluku.com- Enam oknum polisi di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Maluku, diduga melakukan tindakan kekerasan dengan menghajar Uke Nurlatu, warga Waisima hingga babak belur. Akibatnya, Uke Nurlatu saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Lala Namlea (sebelumnya di RSUD Namrole) dan harus menggunakan kateter untuk buang air seni.

Kejadian berawal dari penangkapan korban Uke Nurlatu, Sabtu (5/3/2016) karena dituduh sebagai pelaku pembunuhan Abdulrahman Latuwel, warga setempat. Dikutip dari dharapos.com dan malukupost.com, penganiayaan terjadi sejak keenam oknum dari Polsek Waisama dan Polsek Namrole datang ke rumah Nurlatu.

Usai dianiaya di rumah, korban yang bersikukuh tidak melakukan pembunuhan kemudian digiring ke Polsek Waisama yang berlokasi di Desa Wamsisi dengan alasan untuk diperiksa. Di Polsek Waimisa, korban tetap menolak tuduhan melakukan pembunuhan. Akibatnya, dia mengalami penganiayaan lagi oleh Brigadir Acut dan Brigadir Fahmi, bersama empat anggota lainnya. Bahkan empat kali paha korban dipukul dengan senjata laras panjang.

Yang mengenaskan, Brigadir Acut sempat mau menombak namun korban berhasil menangkap tombak yang diarahkan kepadanya. Tak puas, Brigadir Acut juga sempat mengokang senjata laras panjang dan mengancam menembak mati korban kalau tetap tidak mengaku.

Usai mengalami siksaan hebat, korban tetap dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Wamsisi. Kemudian dia jatuh sakit.

“Waktu polisi siksa beta (saya), beta bilang biar bapak bunuh beta tapi beta seng (tidak) ada salah dan beta seng bisa mengaku yang beta seng biking (tidak lakukan),” ungkap korban Uke Nurlati yang ditemui wartawan saat menjalani perawatan intensif di RSUD Namrole.

Belakangan, kondisi kesehatan korban kian memburuk, sehingga pihak keluarga memindahkan korban dari RSUD Namrole ke RSUD Lala Namlea, Kabupaten Buru untuk menjalani perawatan intensif, sejak Kamis (10/3/2016).

Pantauan wartawan di RSUD Lala Namlea, penderitaan yang dialami korban sangat memprihatinkan. Salah satunya, korban harus menggunakan keteter untuk buang air seni. Mengenaskan lagi, air seni korban ada darah. Diperkirakan, korban mengalami luka bagian dalam tubuh yang sangat parah.

Pihak keluarga sangat prihatin dengan nasib yang dialami Uke Nurlatu. Mereka mendesak Kapolda Maluku, bahkan Kapolri untuk menindak keenam oknum anggota polisi di Buru Selatan tersebut.

Yang membuat pihak keluarga prihatin, Uke Nurlatu bukanlah pelaku pembunuhan sebagaimana tuduhan polisi. Seorang warga yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Abdulrahman Latuwael berinisial TL, saat ini, sudah melarikan diri. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s