Sudah 38 Tahun Beroperasi, Nasib Feri Lintas Galala-Poka di Tubir Jurang


satumaluku.com- Nasib pelayanan feri milik PT ASDP Cabang Ambon di lintasan penyeberangan feri tertua di Maluku (Galala-Poka), kini berada di tubir jurang, seiring akan beroperasinya jembatan merah putih (JMP) Galala-Poka pada April 2016 mendatang.

Jika, kehadiran JMP Galala-Poka mengakibatkan penurunan jumlah penumpang orang dan kendaraan, PT ASDP Cabang Ambon yang sudah 38 tahun melayani penyeberangan Galala-Poka, bisa menghentikan operasional feri  pada lintasan tersebut,

“Jika nanti tidak banyak lagi yang menggunakan feri untuk penyeberangan Galala-Poka, maka bukan tidak mungkin lintasan Galala-Poka dihentikan karena biaya operasionalnya mahal,” kata Manager Usaha PT ASDP Cabang Ambon Burhan Fernatubun kepada wartawan, beberapa hari berselang di Ambon.

Dia mengatakan evaluasi akan segera dilakukan setelah JMP Galala-Poka beroperasi dan hasil evaluasi akan dilaporkan ke Jakarta untuk pengambilan keputusan.

Lintasan penyeberangan feri Galala-Poka mulai dioperasikan pada tahun 1978 lalu. Pada tahun 1979, sesuai data Kanwil Perhubungan Provinsi Maluku (Tahun 1990) menunjukkan, sebanyak 182.944 unit kendaraan yang menggunakan kapal feri untuk menyeberangi lintasan Galala-Poka. Sedangan jumlah penumpang mencapai 181.441 orang.

Jumlah tersebut, kemudian mengalami fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada 1985, misalnya jumlah penumpang pernah mencapai 665.508 orang dan kendaraan mencapai 443.114 unit.

Saat ini, untuk lintasan penyeberangan Galala-Poka, PT ASDP mengoperasikan dua kapal feri yakni KMP Gabus dan KMP Tenggiri. Satu kapal feri lainnya dioperasikan oleh pemerintah provinsi Maluku melalui Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya.

Sebelum JMP Galala-Poka beroperasi, PT ASDP Cabang Ambon sendiri sudah mulai merasakan penurunan pendapatan di lintasan penyeberangan Galala-Poka. Hal ini dipicu kehadiran supermarket dan mall yang menyebar pada sejumlah tempat di Ambon, dan banyaknya warga masyarakat di Kota Ambon menggunakan jasa speedboat dan perahu layar, terutama mahasiswa.

Data resmi ASDP menunjukkan, lintasan feri Galala-Poka adalah lintasan feri komersil terpendek di Indonesia, yakni hanya berjarak 0,5 miles. Adapun tarif yang diberlakukan saat ini untuk lintasan penyeberangan feri Galala-Poka, kendaraan roda dua Rp7.000 dan kendaraan roda empat Rp29.000. Sedangkan untuk penumpang dewasa Rp3.000 dan anak-anak Rp2.000.

Gubernur Maluku Said Assagaf sendiri sudah menyatakan, pengguna JMP Galala-Poka nanti, tidak akan dipungut biaya. Alasannya, JMP Galala-Poka bukan jembatan komersil dan merupakan hadiah dari pemerintah pusat untuk masyarakat Maluku. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s