Ritual Gerejawi, “Orang Sidi” GPM di Tanah Maluku Capai 12.347


satumaluku.com- Hari Minggu besok (20/3/2016), akan menjadi salah satu momen spesial bagi komunitas masyarakat Kristen Protestan di Tanah Maluku (Maluku & Maluku Utara). Sebab, data terbaru yang dilansir Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), pemuda-pemudi yang akan menjalani Peneguhan Sidi (orang sidi baru) mencapai 12.347 orang.

“Jumlah anggota sidi GPM tahun 2016, berjumlah 12.347 orang. Jumlah ini tersebar di 32 Klasis GPM di Maluku dan Maluku Utara,” ungkap Sekretaris Sinode GPM Pdt Elifas Tomix Maspaitella kepada satumaluku.com, Sabtu pagi (19/3/2016).

Peneguhan Sidi merupakan salah satu ritual gerejawi. Menurut Pdt Elifas Tomix Maspaitella, Sidi Gereja adalah proses puncak dari pendidikan formal Gereja dalam sistem kurikulum yang telah terbangun selama ini.

“Dalam masa katekisasi yg dijalani selama 1 tahun, kita yakin mereka dpt menjadi warga gereja yang dewasa dan matang,” ungkapnya.

Makna dari peneguhan Sidi itu sendiri, adalah bahwa sebagai warga gereja yg dewasa, mereka telah memiliki kapasitas utk melaksanakan semua amanat panggilan pelayanan gereja dan menjadi warga masyarakat yang bertanggungjawab. (baca juga: Lebih 10.000-an Pemuda-Pemudi Kristen di Maluku akan Jalani Peneguhan Sidi)

Dari pengamatan selama ini, momentum “orang sidi” bagi komunitas masyarakat Kristen di Maluku adalah salah satu hal yang spesial. Sebab, inilah suatu momentum bagi para orang tua yang mensyukuri penyertaan Tuhan karena sudah bisa mendidik dan mengasuh anak-anaknya hingga menjadi seorang yang dewasa dalam Iman Kristen.

Sedangkan, bagi pemuda-pemudi yang sudah melewati peneguhan Sidi, mereka bisa memegang tanggung jawab yang lebih besar dalam aktivitas pelayanan gerejawi.

Momentum “Orang Sidi” juga menjadi ajang mempererat hubungan kekerabatan. Biasanya, para pemuda-pemudi akan mengunjungi para orang tua dan sanak saudara di lingkungan keluarga untuk memohon restu dan doa.

Dan, usai ibadah peneguhan para orang tua dan sanak saudara yang memberi restu serta ikut mendoakan anak-anaknya itu akan datang ke rumah mereka untuk mengucap syukur. Makanya, di Maluku ada istilah “bajalang orang sidi”.

Demikian sakralnya momentum “orang sidi” bagi masyarakat Kristen Maluku, sehingga banyak orang tua dan pemuda-pemudi yang menitikkan air mata saat namanya dipanggil oleh para pendeta yang memimpin ibadah.

Mereka yang sudah menjalani peneguhan Sidi, masih akan mengikuti ritual gerejawi yakni “Perjamuan Kudus”, sebagai peringatan akan kematian Yesus Kristus. Dalam tradisi Gerejawi, hanya mereka yang sudah menjalani peneguhan sidi saja yang boleh duduk di meja perjamuan.

Dalam tradisi keseharian orang Kristen Maluku juga, pemuda-pemudi yang telah diteguhkan sebagai anggota sidi baru, dianggap sudah bisa merantau sendiri ke luar daerah, bahkan sudah bisa berkeluarga. (petra josua)

2 thoughts on “Ritual Gerejawi, “Orang Sidi” GPM di Tanah Maluku Capai 12.347

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s