3 Mahasiswa Sumba Jadi Tersangka Pembunuh Mahasiswa Maluku di Malang


satumaluku.com- Kasus pengroyokan yang menewaskan mahasiswa asal Maluku Naheson Leplepem atau Moger, menunjukkan titik terang. Selasa tengah malam (22/3/2016), polisi mengkonfirmasikan sudah ada tiga pelaku pembunuhan Moger yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah kami tetapkan tiga tersangka,” demikian pesan singkat kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsonokepada wartawan, Selasa tengah malam, dilansir Surya Online.

Hanya Decky masih enggan membeber lebih lanjut tentang penetapan tersangka tersebut denga alasan akan merilis perkembangan penyidikan kasus pada Rabu (23/3/2016).

Polisi memang sempat kesulitan menangkap para pelaku pengeroyokan sehingga Kapolres Malang Kota mengimbau agar para pelaku menyerahkan diri. Kemudian, Polisi melakukan penyisiran di lokas-lokasi tinggal mahasiswa asal sumba di Malang dan mengamankan 10 orang dan tiga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nasehan Leplepem atau Moger (22) mahasiswa STIMIK Asia Malang asal Maluku tewas setelah terkena sabetan parang kelompok mahasiswa asal Sumba. Moger dikeroyok dan ditebas dengan parang di kawasan kampus Universitas Wisnuwardhana, Kecamatan Kedungkandang, Malang, Minggu (20/3) dini hari. (baca: Mahasiswa Asal Maluku Tewas Dikeroyok Mahasiswa Sumba di Malang

Sejak kejadian hingga Selasa kemarin, sejumlah mahasiswa asal Sumba lewat media sosial saling mengingatkan kepada rekan-rekannya agar tidak dulu keluar rumah akibat adanya peristiwa yang menimpa mahasiswa asal Maluku. Bahkan ada yang menulis meminta bantuan pemerintah Sumba Daya, NTT, agar memulangkan sementara.

“Saya kabarkan pemerintah daerah Sumba Daya, NTT, masalah di Kota Malang semakin menjadi, harapan kami maasiswa Sumba yang di Kota Malang meminta untuk sementara dipulangkan,” tulis Mahasiswa asal Sumba yang sedang kuliah di Malang, Etuzz Metee, di akun facebook-nya pada Selasa (22/3/2016).

sumba-malukuPolisi memang telah melakukan tindakan antisipatif dengan segera melakukan pengusutan perkara. Namun, di kalangan mahasiswa asal Sumba ada kekhawatiran aksi balas dendam dilakukan mahasiswa Maluku di Malang.

Di facebook, mereka saling bertukar info mengingatkan agar para mahasiswa asal Sumba waspada. Apalagi beredar kabar, para mahasiswa asal Maluku sudah bersumpah di depan jenasah Moger akan mencari pelaku pembunuhan.

Saat mahasiswa asal Sumba dilanda kepanikan sehingga banyak di antara mereka yang tidak masuk kuliah karena takut keluar rumah, para mahasiswa asal Maluku di Malang tak banyak berkomentar. Umumnya mereka memilih diam sambil mengikuti perkembangan penyidikan oleh aparat kepolisian.

Sementara itu di Kampus Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri) Malang, sudah terbangun komunikasi antara mahasiswa asal Maluku dengan mahasiswa asal Sumba pada Selasa (22/03/2016). Mereka sepakat menahan diri untuk tidak ikut terlibat dengan masalah yang terjadi di kampus lain. (ald)

18 thoughts on “3 Mahasiswa Sumba Jadi Tersangka Pembunuh Mahasiswa Maluku di Malang

  1. maaf.. kalo masalahnya sama sumba ya tlg jangan bawa2 NTT karena NTT itu mencangkup semua.. dan kami yang di kupang dan yang pernah merantau dan sempat menjalin tali persaudaraa n dengan bangsa maluku.. saudara kami yg di kupang juga tau watak org sumba yg pernah buat masalah di oesapa (kupang) saya yg jamin kalau masalah sumba, kupang TIDAK AKAN TURUN TANGAN karena orang sumba dimana mana selalu buat onar dan masalah

    Like

  2. Jangan bilang orang sumba….!!!!
    tida semua orang sumba buat keonaran dimna2, karena tida semua orang sumba buat keonaran.sebaliknya juga maluku.

    Like

  3. sy sumba, itulah kelakuan anak2 yg tdk tau diri, org tua ada tikam kepala cari uang ka kuliah tp tdk mau kuliah baik2….
    tp sdr2 jangan pukul rata semua aumba bgtu… sy jg pernah kuliah di kupang dan masalah di kupang oesapa bukan sumba yg memulai ow… jd tolong jangan singgung suku papa manis e…..

    Like

  4. Diharapakan kpda pemerinta kabupaten sumba harus menganbil bagian dalam masala ini,itu lah salasatu cara supaya anak2 sumba yg ada di kota malang bisa tenag dan tidak ada rasa takut,bisa ikut kulia lagi…”MEMALUKAN”

    Like

  5. tenang saj, tunggu waktu skitar 2 atu 3 hari lagi, kalo polisi belum dapat tersangka, baru katong mulai sisir sja…….. jangan gegabah, santai sja tpi ingat “HARUS PASTI” dong jga harus ada yg “MATI”……

    MOOLUCAS

    Like

  6. Klo maluku balas dendam tapi harus dgn orang tepat,jika org maluku umumkan sumba maka kami warga sumba tidak akan tinggal diam,sampai titik penghabisan.

    Like

    1. Tolong kalau sebut sumba tu yg mana dulu,sebaliknya juga maluku ambon pasti tdk semuanya ikut tawuran saudara ea.kita serahkan kepada yg berwajib(Tuhannya).

      Like

  7. Goblok, bodoh, nau-nau muka panakut, hilang 1 bayar 10 itu baru maluku, Bikin malu kalo cuma bicara banyak, bikin mulut babusa, bikin mulut minum darah itu bole,

    Like

  8. 3 Mahasiswa Sumba Jadi Tersangka Pembunuh Mahasiswa Maluku di Malang

    Posted on 23 March 2016 in FOKUS, NEWS // 9 Comments
    Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono (jaket hitam) bersama Wakapolres dan perwakilan orang Maluku di RSUD dr Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur. bangsaonline.com

    6 Votes

    satumaluku.com- Kasus pengroyokan yang menewaskan mahasiswa asal Maluku Naheson Leplepem atau Moger, menunjukkan titik terang. Selasa tengah malam (22/3/2016), polisi mengkonfirmasikan sudah ada tiga pelaku pembunuhan Moger yang ditetapkan sebagai tersangka.

    “Sudah kami tetapkan tiga tersangka,” demikian pesan singkat kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsonokepada wartawan, Selasa tengah malam, dilansir Surya Online.

    Hanya Decky masih enggan membeber lebih lanjut tentang penetapan tersangka tersebut denga alasan akan merilis perkembangan penyidikan kasus pada Rabu (23/3/2016).

    Polisi memang sempat kesulitan menangkap para pelaku pengeroyokan sehingga Kapolres Malang Kota mengimbau agar para pelaku menyerahkan diri. Kemudian, Polisi melakukan penyisiran di lokas-lokasi tinggal mahasiswa asal sumba di Malang dan mengamankan 10 orang dan tiga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Nasehan Leplepem atau Moger (22) mahasiswa STIMIK Asia Malang asal Maluku tewas setelah terkena sabetan parang kelompok mahasiswa asal Sumba. Moger dikeroyok dan ditebas dengan parang di kawasan kampus Universitas Wisnuwardhana, Kecamatan Kedungkandang, Malang, Minggu (20/3) dini hari. (baca: Mahasiswa Asal Maluku Tewas Dikeroyok Mahasiswa Sumba di Malang

    Sejak kejadian hingga Selasa kemarin, sejumlah mahasiswa asal Sumba lewat media sosial saling mengingatkan kepada rekan-rekannya agar tidak dulu keluar rumah akibat adanya peristiwa yang menimpa mahasiswa asal Maluku. Bahkan ada yang menulis meminta bantuan pemerintah Sumba Daya, NTT, agar memulangkan sementara.

    “Saya kabarkan pemerintah daerah Sumba Daya, NTT, masalah di Kota Malang semakin menjadi, harapan kami maasiswa Sumba yang di Kota Malang meminta untuk sementara dipulangkan,” tulis Mahasiswa asal Sumba yang sedang kuliah di Malang, Etuzz Metee, di akun facebook-nya pada Selasa (22/3/2016).

    sumba-malukuPolisi memang telah melakukan tindakan antisipatif dengan segera melakukan pengusutan perkara. Namun, di kalangan mahasiswa asal Sumba ada kekhawatiran aksi balas dendam dilakukan mahasiswa Maluku di Malang.

    Di facebook, mereka saling bertukar info mengingatkan agar para mahasiswa asal Sumba waspada. Apalagi beredar kabar, para mahasiswa asal Maluku sudah bersumpah di depan jenasah Moger akan mencari pelaku pembunuhan.

    Saat mahasiswa asal Sumba dilanda kepanikan sehingga banyak di antara mereka yang tidak masuk kuliah karena takut keluar rumah, para mahasiswa asal Maluku di Malang tak banyak berkomentar. Umumnya mereka memilih diam sambil mengikuti perkembangan penyidikan oleh aparat kepolisian.

    Sementara itu di Kampus Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri) Malang, sudah terbangun komunikasi antara mahasiswa asal Maluku dengan mahasiswa asal Sumba pada Selasa (22/03/2016). Mereka sepakat menahan diri untuk tidak ikut terlibat dengan masalah yang terjadi di kampus lain. (ald)
    Share

    Click to email (Opens in new window)
    159Share on Facebook (Opens in new window)159
    Click to share on Twitter (Opens in new window)
    Click to share on Google+ (Opens in new window)
    Click to share on LinkedIn (Opens in new window)
    Click to share on Pinterest (Opens in new window)
    More

    Related
    3 Mahasiswa Sumba Jadi Tersangka Pembunuh Mahasiswa Maluku di Malang
    3 Mahasiswa Sumba Jadi Tersangka Pembunuh Mahasiswa Maluku di Malang

    In “NEWS”
    Kelompok Sumba Pembunuh Mahasiswa Maluku Belum Tertangkap
    Kelompok Sumba Pembunuh Mahasiswa Maluku Belum Tertangkap

    In “FOKUS”
    Kapolres Malang Sudah Minta Mahasiswa Maluku Menahan Diri
    Kapolres Malang Sudah Minta Mahasiswa Maluku Menahan Diri

    In “FOKUS”

    bentrok mahasiswa

    ← Previous article
    Next article →
    9 Comments on 3 Mahasiswa Sumba Jadi Tersangka Pembunuh Mahasiswa Maluku di Malang

    Anonymous // 24 March 2016 at 8:10 am // Reply

    maaf.. kalo masalahnya sama sumba ya tlg jangan bawa2 NTT karena NTT itu mencangkup semua.. dan kami yang di kupang dan yang pernah merantau dan sempat menjalin tali persaudaraa n dengan bangsa maluku.. saudara kami yg di kupang juga tau watak org sumba yg pernah buat masalah di oesapa (kupang) saya yg jamin kalau masalah sumba, kupang TIDAK AKAN TURUN TANGAN karena orang sumba dimana mana selalu buat onar dan masalah

    Like
    samuel sumba // 24 March 2016 at 1:57 pm // Reply

    Jangan bilang orang sumba….!!!!
    tida semua orang sumba buat keonaran dimna2, karena tida semua orang sumba buat keonaran.sebaliknya juga maluku.

    Like
    Anonymous // 24 March 2016 at 5:21 pm // Reply

    sy sumba, itulah kelakuan anak2 yg tdk tau diri, org tua ada tikam kepala cari uang ka kuliah tp tdk mau kuliah baik2….
    tp sdr2 jangan pukul rata semua aumba bgtu… sy jg pernah kuliah di kupang dan masalah di kupang oesapa bukan sumba yg memulai ow… jd tolong jangan singgung suku papa manis e…..

    Like
    tomyt // 24 March 2016 at 11:14 pm // Reply

    Diharapakan kpda pemerinta kabupaten sumba harus menganbil bagian dalam masala ini,itu lah salasatu cara supaya anak2 sumba yg ada di kota malang bisa tenag dan tidak ada rasa takut,bisa ikut kulia lagi…”MEMALUKAN”

    Like
    Anonymous // 25 March 2016 at 2:39 am // Reply

    tenang saj, tunggu waktu skitar 2 atu 3 hari lagi, kalo polisi belum dapat tersangka, baru katong mulai sisir sja…….. jangan gegabah, santai sja tpi ingat “HARUS PASTI” dong jga harus ada yg “MATI”……

    MOOLUCAS

    Like
    Anonymous // 25 March 2016 at 9:02 pm // Reply

    Klo maluku balas dendam tapi harus dgn orang tepat,jika org maluku umumkan sumba maka kami warga sumba tidak akan tinggal diam,sampai titik penghabisan.

    Like
    Ritwan Reymond // 26 March 2016 at 10:26 am // Reply

    Goblok, bodoh, nau-nau muka panakut, hilang 1 bayar 10 itu baru maluku, Bikin malu kalo cuma bicara banyak, bikin mulut babusa, bikin mulut minum darah itu bole,

    Like
    admin // 26 March 2016 at 2:16 pm // Reply

    Sayang sekali, seorang yg berbuat semua terkena imbasnya.

    Like

  9. om om dari maluku,masalah ini sudah di tangani pihak keamanan,kalian jangan kasih panas keadaan,
    kalau masih panas,kalian serang kami sudah disumba,biar kalian pulang dengan kepala

    Like

  10. sudah klw orang sumba jago dtg ka ibu kota la ktong lia sapa yg jago… b dg orang2 maluku yg ada d jakarta sah mampu lawan kmong samua masyarakat sumba

    Klw jago dtg d ibu kota jakarta.. la ktong lia sapa yg jago

    Klw dapa pelaku langsung iris dia palang2.. abis itu la siram lemon nipis di dia pung mayat

    Like

  11. Tdk smua orang sumba sperti it…dan asal kan anda tau kami tdk suka ada yg blang orang sumba yg bunuh moger kata sumba brrt smua 4 kbpaten yg d sumba ikt trlbt dlm ksus ini,sumba tengah,sumba barat,sumba barat daya,sumba timur,jikalau anda tdk tau pasti orang x asli mana jnk perna muat brita spt ini kami orang sumba tdk suka ad yg mnjekan nama baik pulau sumba..

    Like

  12. Sy orang Maluku dan juga Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Makassar, dan Mahasiswa yang dibunuh itu masih tetangga kampung saya. Sejujurnya kami sangat menyesali tindakan tidak terpuji seperti ini. Tetapi mau bagaimana lagi? Saudara kami tidak dapat dihidupkan kembali. Untuk menjaga toleransi dan kedamaian kita semua (apalagi untuk perantauan) Tolong jangan terprovokasi dengan pemberitaan yang ada. Saling menghargai saja. Kalo kasusnya di Malang yah Malang saja. Jangan diungkit lagi kasus yang di daerah lain. Serahkan saja semuanya kepada Pihak berwajib Kota Malang. Dan semoga hukumab untuk tersangka setimpal dengan apa yang sudah diperbuat. Sekian
    #SekedarBerpendapat #MahasiswaPakaiOtak

    Like

  13. wah,, saya baru membaca berita ini… tp saya gak nyangka bahwa ada masalah s’perti ini…
    Anak-anak Maluku memang s’perti Singa Betina… berani buat masalah dengan anak dari singa betina, mau jantan dan betina yang lain Betina itu tetap membunuh….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s