Buntut Tewasnya Mahasiswa Maluku, Aremania ke Kupang Temui Gubernur NTT


satumaluku.com- Aremania yang tergabung dalam d’Kross Community, Senin (28/3/2016), mengagendakan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) beserta jajaran Forkompimda setempat guna membahas tuntas masalah tawuran mahasiswa di Kota Malang, yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Sejalan dengan kedatangan kami ke Kupang, alangkah mulianya jika berujung adanya nota kesepahaman dengan kepala daerah NTT terkait ikrar damai warga Malang,” kata pendiri d’Kross, Ir Ade Herawanto, dilansir media online MalangVoice.

Menurutnya, Aremania selalu welcome kepada siapapun yang datang di Kota Malang. Untuk itu, para pendatang juga harus menjunjung tinggi perdamaian di Bhumi Arema.

“Ini bukan hanya untuk pendatang dari Sumba atau NTT saja, tapi berlaku bagi semuanya. Kita jaga bersama kondusifitas daerah dimana tanahnya kita pijak,” imbuhnya. (baca: Mahasiswa Asal Maluku Tewas Dikeroyok Mahasiswa Sumba NTT di Malang)

Kehadiran Aremania langsung dari Malang di Kota Kupang, merupakan undangan dari Komandan Lantamal VII Kupang, Brigjen TNI (Mar) Siswoyo HS.

Menurut Brigjen Siswoyo, dari hasil pertemuan dengan Gubernur NTT, Wakapolda, Kasrem, Danlanud El Tari‎Kupang dan para tokoh masyarakat Maluku yang ada di NTT, pihaknya sepakat untuk kesediaan saling menjaga masyarakat Maluku yang ada di NTT serta sebaliknya juga keselamatan warga NTT di Maluku. “Ini semua demi menjaga kedamaian dan terciptanya suasana kondusif,” katanya.

Dia berharap aksi anarkisme menjurus pada isu SARA jangan sampai terjadi lagi, khususnya di wilayah Kota Malang. Harus ada kesepahaman demi mencegah tragedi serupa terjadi lagi. “Sebagai warga asli Malang saya harus turun tangan langsung untuk melakukan koordinasi dengan Forkopimda NTT dan tokoh masyarakat,” katanya. (baca: Kapolres Malang Sudah Minta Mahasiswa Maluku Menahan Diri)

Sebelumnya, seperti diberitakan, Nasehan Leplepem atau Moger (22) mahasiswa STIMIK Asia asal Maluku tewas setelah terkena sabetan parang kelompok mahasiswa asal Sumba. Moger dikeroyok di kawasan kampus Universitas Wisnuwardhana, Kecamatan Kedungkandang, Malang, Minggu (20/3) dini hari. Saat itu, korban berada di kampus Unida untuk menghadiri acara pelantikan Pengurus Komunitas Mahasiswa Maluku (KMMU) di Universitas Wisnuwardhana, Sabtu (19/3/2016). 

Buntut dari kematian Moger, ratusan mahasiswa asal Sumba yang kuliah di Universitas Wisnuwardhana Malang, ketakutan dan memilih pulang ke kampung halaman sambil menunggu situasi di menjadi kondusif. Faktor adanya ketakutan di kalangan mahasiswa NTT terhadap kemungkinan serangan balik dari mahasiswa Maluku yang menjadi korban pengeroyokan. (baca: Ratusan Mahasiswa Sumba Pulang Kampung karena Ketakutan di Malang)

Ketakutan yang sama juga dirasakan warga di kawasan tempat kos-kosan mahasiswa Sumba. Akibatnya, warga Sekarpuro sendiri yang berinisiatif menyarankan para mahasiswa kembali ke kampung halaman, setelah melakukan koordinasi dengan pihak pemda setempat dan pihak universitas. (avp)

One thought on “Buntut Tewasnya Mahasiswa Maluku, Aremania ke Kupang Temui Gubernur NTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s