Wapres JK Klaim Ekspor Ikan Maluku Turun, Menteri Susi: 10 Tahun Tak Ada Ekspor


satumaluku.com- Salah satu pertimbangan Wakil Presiden Jusuf Kalla “menyemprit” Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti lewat suratnya adalah terkait ekspor ikan di Maluku yang mengalami penurunan.

Tetapi, Menteri Susi justru heran dengan klaim tersebut, karena kata dia, selama 10 tahun tidak ada ekspor ikan di Maluku.

Surat JK B02/Wapres/03/2016 perihal “Tindak Lanjut Kunjungan Kerja ke Maluku dan Sulawesi Utara 16-18 Maret 2016” kepada Menteri Susi saat ini memang sedang menjadi kontroversi. Lewat suratnya, dilansir Kompas, JK menyatakan mendukung penuh pemberantasan illegal fishing yang dilakukan oleh Menteri Susi. Namun, dalam implementasi kebijakan itu ada berbagai hal yang harus dievaluasi.

JK menyebut, kebijakan Menteri Susi mengenai moratorium, pelarangan transhipment dan pengaturan sertifikasi kapal telah mengakibatkan ribuan nelayan yang besar baik eks asing atau milik nasional tidak dapat berlayar dan menangkap ikan.

Akibatnya, hasil produksi dan ekspor ikan sangat menurun. Selain itu, terjadi pula pengangguran pekerja di kapal dan pabrik pengolahan serta cold storage. Kalla mencontohkan Di Ambon, produksi hanya 30 persen dari kapasitas.

Di Bitung, produksi Januari – Februari 2016 hanya sekitar 7 persen dari kapasitas terpasang. Bahkan di Tual, produksi berhenti sama sekali. Seiring hal itu, terjadi penurunan ekspor secara drastis.

Nilai ekspor ikan dan udang di Maluku menurun dari 90,10 juta dollar AS pada tahun 2014 menjadi 3,75 juta dollar AS pada tahun 2015.

Lantas apa reaksi Menteri Susi? Saat ditanya wartawan, dia menegaskan bahwa semua pekerjaan yang dilakukan, termasuk kebijakan moratorium kapal eks pemilik asing, pelarangan bongkar muat kapal di tengah laut (transhipment), dan pengaturan sertifikasi kapal, sudah mendapat restu Presiden Jokowi.

“Semua pekerjaan saya pasti selalu diskusi dengan Pak Presiden,” ucap Susi kepada wartawan Selasa (29/3/2016).

Terkait temuan Wapres Kalla tentang banyaknya unit pengolahan ikan (UPI) yang tidak beroperasi di Bitung, Susi mengatakan bahwa hal itu sudah lama terjadi.

Selama ini, dia menuturkan, banyak unit pengolahan ikan didirikan di Bitung hanya sebagai pelengkap untuk mendapatkan izin penangkapan ikan.

Sedangkan mengenai ekspor ikan dan udang di Maluku yang katanya turun, Menteri Susi justru mengatakan selama 10 tahun ini, tidak pernah ada ekspor ikan dari Ambon. “Kok sekarang bilang ada penurunan?” ungkapnya. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s