Untuk Kedua Kalinya Istri Mendiang Sultan Ternate Ditahan di Ciputat


satumaluku.com- Permaisuri mendiang Sultan Ternate Mudaffar Sjah, Nita Budhi Susanti atau Ratu Boki kembali dijebloskan polisi ke ruang tahanan Polsek Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (31/3/2016). Peristiwa yang sama, sebelumnya pernah dialami Ratu Boki Rabu (20/1/2016) lalu. 

Ratu Boki dijemput penyidik Polda Maluku Utara di rumahnya di Cinere, Tangsel, Kamis siang. Penyidik kemudian menitipkannya ke Polsek Ciputat sambil menunggu penerbangan Jumat (1/4/2016) ke Ternate.

“Betul, yang bersangkutan dititipkan dulu di sini karena belum dapat tiket pesawat. Rencananya dipulangkan besok karena dapat tiket pesawatnya besok,” kata Kapolsek Ciputat Komisaris Damanik kepada wartawan, Kamis (31/3/2016). (Baca: Dicari Sejak Desember 2015, Istri Sultan Ternate Akhirnya Diciduk Polisi)

Rencananya, ujar Damanik, Ratu Boki akan dipulangkan ke Ternate, Maluku Utara untuk proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, Ratu Boki telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan identitas putra kembarnya. Pada Januari lalu, setelah sempat dititipkan di Polsek Ciputat, Ratu Boki diterbangkan ke Ternate untuk menjalani proses hukum. Di Ternate, polisi tidak lagi melakukan penahanan sehingga sempat menuai protes.   (baca: Istri Sultan Ternate Tak Ditahan Lagi Pihak Kesultanan Geram).

Ratu Boki sendiri kepada para wartawan mengatakan dirinya ditahan dengan kondisi lagi pakai baju kebaya. “Saya dibilang enggak kooperatif. Enggak kooperatif gimana?” ujar Nita di Polsek Ciputat, Kamis (31/3/2016).

Permaisuri mendiang Sultan Ternate itu kesal karena polisi cepat merespons laporan pihak yang mengadukannya dan tidak responsif menanggapi pelaporannya. Dia menyebut pihak yang mengadukannya adalah menantu Sultan Mudaffar almarhum. Itu berarti kasus yang dihadapinya adalah masalah internal keluarga dan masuk dalam wilayah adat Kesultanan Ternate.

“Saya dikenai pasal pemalsuan dokumen. Seharusnya kepolisian ini bijak menyelesaikan permasalahan adat. Jangan sampai semua masalah adat ke kepolisian,” ujarnya.

Kasus pemolisian Ratu Boki tidak terlepas dari konflik internal perebutan tahta di Kesultanan Ternate. Ratu Boki diadukan ke Polda Malut dengan tuduhan melakukan pemalsuan identitas dua putra kembarnya yang lahir pada 28 Juli 2013, Ali Mohammad Tajul Mulk Putra Mudaffar Sjah.

Diberitakan bahwa Ali kemudian ditetapkan sebagai penerus Sultan Mudaffar. Penetapan Ali yang masih balita ini menjadi penerus Sultan Mudaffar dibacakan sendiri oleh Sultan Mudaffar saat menggelar akikah untuk kedua bayi kembarnya pada 12 September 2013 lalu melalui surat wasiat.

Penetapan ini yang membuat Kesultanan Ternate memanas. Keturunan Mudaffar dari istri-istrinya yang lain tak terima. Kemudian, terjadilah saling klaim. Sultan Ternate Mudaffar sendiri memiliki tujuh anak laki-laki dan empat anak perempuan dari tiga istri yang berbeda. (baca juga: Inilah Kisah Panjang Gonjang-Ganjing Kesultanan Ternate)

Atas tudingan membuat akta palsu, Ratu Boki menyangkal. Alasannya yang mengeluarkan akta lahir adalah instasi pemerintah pada tahun 2013. “Kalau dokumennya ini sudah resmi apa lagi yang dipermasalahkan?” ujar Ratu Boki.

Kasus itu kali pertama dilaporkan oleh Zulkarnain Suleman pada 9 September 2013 di Bareskrim Polri. Pelapor meminta Bareskrim Polri mengusut kelahiran anak kembar itu karena asal-usulnya tidak diketahui, termasuk rumah sakit tempat lahir dua anak kembar tersebut. Dari Mabes Polri, kasus ini dilimpahkan ke Polda Maluku Utara untuk ditindaklanjuti. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s