Jenasah Haji Tamher Diterbangkan ke Tual


satumaluku.com- Jenasah Wali Kota Tual, Provinsi Maluku, Drs. H.M Tamher, MM, MSi (Haji Tamher) Selasa hari tadi (5/4/2016) diterbangkan ke Tual di Maluku Tenggara.

Ratusan masyarakat asal Maluku Tenggara terlihat mengantar iring-iringan jenasah Haji Tamher mulai dari RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta hingga ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

mm-tamher2Suasana duka sangat terasa di RS Persahabatan, tempat jenasah Haji Tamher dimandikan dan disemayamkan. Masyarakat asal Maluku Tenggara dari seluruh wilayah Jabodetabek tumpah ruah memberikan penghormatan terakhir kepada Wali Kota Tual dua periode tersebut.

Mereka bersama-sama menggotong jenasah Haji Tamher untuk dibawa ke mobil jenasah dan selanjutnya menuju Bandara Soekarno Hatta.

Haji Tamher meninggal di Jakarta, Senin (4/4/2016) karena sakit. Dia adalah politisi senior yang sangat dikenal oleh masyarakat di wilayah Maluku Tenggara. Bahkan di Maluku.

Selama masa hidupnya, Haji Tamher sudah berkiprah sebagai birokrat maupun politisi sejak Kabupaten Maluku Tenggara belum dimekarkan seperti saat ini. Makanya, saat Tual dimekarkan sebagai Kota, Haji Tamher terpilih sebagai Wali Kota pertama Tual pada periode 2008 – 2013. Kemudian masyarakat Tual masih memberikan kepercayaan kepada Haji Tamher untuk menjabat sebagai Wali Kota Tual untuk periode 2013 – 2018.

Sebagai politisi, Haji Tamher juga sempat digoyang berbagai isu. Namun, dengan kematangan politiknya, isu-isu tersebut bisa diatasinya dengan elegan.

Sebelum meninggal dunia, pertengahan Maret lalu, Haji Tamher baru saja memimpin masyarakat Tual untuk menyambut kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kota Tual.

Salah satu kemampuan leadership-nya sangat terasa sepanjang Februari 2016 lalu, saat masyarakat Kota Tual di Maluku Tenggara memberi contoh tentang kebhinekaan saat sama-sama membangun Masjid Raya Kota Tual (Masjid Agung Alhuriyah 45 Tual).

Saat itu, partisipasi seluruh masyarakat Kota Tual, dalam pembangunan Masjid Raya Kota Tual sangat luar biasa. Mereka bersama aparat TNI/Polri terlibat sejak awal mulai dari fondasi, pengecoran empat tiang kubah di Masjid Raya, hingga pemasangan Dak pada 27 Februari lalu.

“Fakta inilah yang membuat saya bangga dengan masyarakat Tual,” kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid raya Drs HM Tamher,MM,MSi, yang juga Wali Kota Tual, saat itu.

Persekutuan antar umat beragama di Kota Tual, menurut Tamher, sangat erat sekali. Karena dalam berbagai pembangunan sarana ibadah seperti gereja bahkan masjid dan prasarana agama lainnyaselalu melahirkan sikap peduli di antara sesama warga.

“Ini adalah sebuah tradisi adat budaya Kei dimana jika kerja atau hajatan maka semua turut mengambil bagian tanpa pandang bulu apakah ini agama Islam, Protestan, Katolik dan lainnya. Semua sama. Semua ini sangat luar biasa,” ungkap tokoh yang sangat dihormati masyarakat di Maluku Tenggara itu. (ald)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s