Ketika Polisi Kabaresi Itu Ingin Bangun Seram Bagian Barat


Masih ingat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Untung Sangaji yang namanya melegenda saat kasus Bom Sarinah, 14 Januari 2016 lalu? Laki-laki kabaressi asal Pulau Seram itu sekarang tengah menyiapkan diri menjadi calon Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

“Saya disuruh datang oleh masyarakat, mereka ingin saya membuat perubahan di sana,” kata Untung kepada wartawan di Ambon, Selasa (5/4/2016).

Permintaan agar Untung mau maju sebagai calon Bupati Seram Bagian Barat pun bukan ujuk-ujuk. Dia sudah diminta sejak sebelum terjadinya peristiwa bom Sarinah.

“Silakan buka di Google, cari Untung Sangaji. Bukan kasus Sarinah nama saya ada. Saya sudah 17 tahun jadi guru SLB Khatolik, jadi guru kerajinan, ketua pencak silat Tapak Merah. Tahun 1980-an, saya sudah ke mancanegara dan mendapat banyak prestasi. Masyarakat minta saya kembali membangun kampung halaman saya, dan mau tidak mau karena masyarakat yang minta saya harus mau,” beber Untung kepada VIVA.co.id, Selasa, 5 April 2016.

Untung memang bukan wajah baru bagi orang Maluku, terutama Seram Bagian Barat. Sebab dia lahir di Pulau Seram, sekolah hingga selesai kuliah di Universitas Pattimura Ambon, sebuah universitas tertua di Maluku yang melahirkan kaum intelektual.

Selama menjalani studi di Kampus Unpatti Ambon, Untung dikenal sebagai mahasiswa yang aktif sebagai anggota resimen mahasiswa (Menwa). Makanya, dia banyak bergaul dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Maluku dan banyak yang mengenalnya secara dekat.

Hanya setelah menyelesaikan kuliahnya, dia kemudian mendaftar sebagai perwira polisi. dan bertugas secara organik di Jakarta. Tetapi, di tengah kesibukan tugas sebagai anggota polisi, laki-laki bijiruku ini rutin pulang ke kampung halaman menyapa sanak saudara.

Dia juga terus menjalin hubungan baik dengan teman-teman masa sekolah dan mantan rekan kuliah di Maluku sehingga hubungan silaturahmi tetap terjaga. Makanya ketika masyarakat Seram Bagian Barat memintanya menjadi calon bupati, tak ada yang kaget atau bersikap nyinyir kepada Untung.

Lantas bagaimana persiapannya sebagai calon bupati? Saat ini, Untung secara resmi mendaftar bakal calon Bupati setelah mengantongi restu dari Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem, Partai Amanat Nasional dan Partai Gerindra.

Dia yakin bisa menjawab keinginan masyarakat Seram Bagian Barat karena paham dengan sistem birokrasi dan apa yang menjadi keinginan mereka.

Dia juga mengaku paham bagaimana mengelola hutan agar bermanfaat bagi masyarakat, mengelola perikanan agar menghidupkan masyarakat pesisir, serta mengerti peternakan.

“Alam kita kaya, kenapa kita harus miskin, kan kita tidak perlu merusaknya. Tapi bagaimana kita mengelola secara baik? Kita bikin hutan lebih bermanfaat, lebih indah untuk masyarakat. Kita bikin pantai lebih indah lebih romantis juga untuk wisata bahari. Kita bikin pantai lebih bermakna dengan ikan-ikannya,” ungkap Untung.

Apakah layak AKBP Untung Sangaji maju sebagai calon bupati di Pilkada Seram Bagian Barat 2017 mendatang? Sebagai anak Maluku, saya mendukung penuh niat Untung Sangaji maju sebagai calon bupati. Bukan semata karena namanya yang sudah melegenda itu. Tetapi, karena memang AKBP Untung memiliki nilai plus yang melekat dalam dirinya.

Nilai plus pertama, Untung adalah anak Maluku yang lahir, sekolah, hingga menjadi seorang sarjana di Maluku. Karena itu tidak perlu diragukan ke-Maluku-annya.

Dia tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Maluku, khususnya Seram Bagian Barat. Pergulatan hidupnya sejak sekolah dan kuliah, secara tidak langsung membuat dirinya mengerti dan paham apa yang menjadi keinginan anak-anak Maluku.

Nilai plus kedua, setelah menjadi sarjana dia mendaftar sebagai anggota polisi dan bertugas di satuan taktis yang membutuhkan intelegensi dan nyali tingkat tinggi dalam pengambilan keputusan secepatnya. Hal ini tergambar dalam kesigapannya saat merespons aksi terorisme di Sarinah.

Maluku, khususnya Seram Bagian Barat tentunya butuh tipikal pemimpin berkarakter seperti ini. Yakni, tegas namun terukur dan tidak mementingkan keselamatan diri sendiri.

Nilai plus ketiga, dia seorang yang sudah terbiasa memimpin sejak mahasiswa. Hampir 10 tahun lalu, saya pernah menyaksikan sendiri bagaimana, anggota-anggota yang dia pimpin sangat respek kepada AKBP Untung. Karena kendati tegas, tapi mengayomi bawahannya.

Nilai plus terakhir, AKBP Untung Sangaji telah menginspirasi putera-putera Maluku atas sikap kepahlawanannya ketika menyikapi aksi teror bom Sarinah. Dia membangkitkan kembali rasa kebanggaan anak Maluku sebagai jiwa-jiwa pemberani, yang tidak mementingkan diri sendiri dan berani mengorbankan diri demi kepentingan banyak orang.

Semoga niat tulus AKBP Untung Sangaji membangun masyarakat Maluku di Seram Bagian Barat bisa terealisasi…

TERUSLAH BERKARYA LAKI-LAKI BIJIRUKU, BUATLAH KAMI BANGGA !

Jurnalisme Warga
Penulis: Suripatty Aldi
Anggota Komunitas Satu Maluku, Jabodetabek

2 thoughts on “Ketika Polisi Kabaresi Itu Ingin Bangun Seram Bagian Barat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s