Warga Nusalaut Mengeluh Kantor Camat Tak Berfungsi Optimal


satumaluku.com- Warga Nusalaut mengeluh bila berurusan di kantor camat, sebab kantornya selalu kosong tanpa pegawai dan mereka harus mengeluarkan biaya besar ke Masohi untuk biaya pengurusan surat, transportasi laut, penginapan dan makan minum.

“Terkadang ada dua atau tiga orang PNS saja di Kantor Camat, lalu yang menaikan serta menurunkan bendera di kantor setiap hari adalah warga setempat untuk membuat kesan ada aktivitas perkantoran,” kata sejumlah warga Nusalaut.

Keberadaan kantor beserta rumah dinas camat Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, yang dibangun oleh mantan Bupati Abdullah Tuasikal hingga saat ini tidak berfungsi secara optimal.

“Kepala Kecamatannya memang ada di Masohi karena rekam data penduduk untuk proses KTP elektronik merupakan kewenangan kabupaten,” kata Kabag Humas Pemkab Maluku Tengah (Malteng) Bonny Kabrahanubun yang dihubungi dari Ambon, Jumat, dilansir Antara.

Kemudian sistem pelayanan kartu penduduk elektronik itu harus diproses di ibu kota kabupaten secara online, maka warga desa dari berbagai kecamatan harus difoto di sini.

Bonny juga mengakui akan berkoordinasi dengan camat Nusalaut terkait adanya keluhan warga tersebut.

Pembangunan kantor camat bertujuan untuk memperpendek rentang kendali birokrasi dan pelayanan masyarakat lebih optimal, murah, serta cepat.

Apalagi Kecamatan Nusalaut yang membawahi tujuh desa ini cukup jauh letaknya dari Masohi, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah di Pulau Seram dan harus ditempuh lewat perjalanan laut menggunakan kapal laut. (ald/ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s