Kapal Feri Milik Pemda Stop Operasi, ASDP Masih Layani Lintasan Galala-Poka


satumaluku.com- KMP Teluk Ambon, milik Perusahaan Daerah Provinsi Maluku, yang selama ini melayani rute penyeberangan feri Galala-Poka telah menghentikan operasionalnya setelah Jembatan Merah Putih (JMP) beroperasi.

Sedangkan dua kapal feri milik PT ASDP Indonesia Ferry (PERSERO) Cabang Ambon yakni KMP Gabus dan KMP Tengiri direncanakan tetap memberikan pelayanan jasa penyeberangan pada lintasan Galala-Poka.

Saat ini, PT ASDP (Persero) Cabang Ambon masih melakukan evaluasi pasca beroperasinya JMP Galala-Poka.

“Kami dari pihak ASDP tetap melayani masyarakat pada penyeberangan Galala-Poka, sekali pun ada beberapa trip yang kosong atau tidak ada penumpang,” kata Manager Usaha PT ASDP Cabang Ambon, Burhan Fernatubun, Senin, dilansir antara.

Menurut dia, selama dalam pelayanan, pihaknya tetap melakukan evaluasi untuk melihat masih adanya pengguna jasa ASDP di lintasan Galala-Poka. Kalau memang sudah tidak ada, lintasan itu stop beroperasi, karena biaya operasional tidak produktif.

Menurut dia, dari dua kapal ferry yang dikelola ASDP di lintasan itu, pasca JMP beroperasi, hanya satu kapal yang beroperasi yakni KMP Tengiri, sedangkan KMP Gabus masih dalam perbaikan karena ada komponen yang rusak. Sementara KMP Teluk Ambon yang dikelola Perusahaan Daerah Provinsi Maluku, dalam hal ini PD Panca Karya, pasca operasi JMP langsung stop beroperasi.

“Prinsipnya, hasil evaluasi kita akan melaporkan ke Kantor ASDP Pusat untuk mengambil keputusan stop beroperasi kalau memang tidak ada pemasukan, karena pengguna jasa kapal ferry pada lintasan Galala-Poka tidak ada lagi,” ujarnya.

Disinggung rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, menurut dia bahwa dalam rapat koordinasi itu, belum ada jawaban dialihkan kemana tiga kapal ferry tersebut.

Bahkan dalam rapat itu, katanya pihak Dinas Perhubungan belum ada keputusan dan menyerahkan kepada pihak ASDP untuk penempatan kapal tersebut di lintasan mana.

“Untuk penempatan lintasan baru, perlu ada kajian atau perlu survey. Hari ini, Dinas Perhubungan Maluku, melakukan survey di lintasan Waai-Kailolo-Uniputy-Nalahia. Tetapi belum tahu kapal mana yang akan ditempatkan pada lintasan tersebut, apakah kapal yang dikelola PD Panca Karya atau ASDP, kita belum tahu,” ungkap Burhan.

Sambil menunggu hasil survey Dinas Perhubungan dan hasil evaluasi pihaknya, KMP Tengiri tetap beroperasi, kalau memang tidak ada lagi yang membutuhkan pelayanan jasa ASDP di lintasan Galala-Poka atau sebaliknya, akan disampaikan ke ASDP Pusat untuk memutuskan berhenti beroperasi.

Sebelumnya, Kepala PD Panca Karya, Afras Pattisahusiwa mengakui kehadiran JMP Galala-Poka menyebabkan penurunan penumpang di penyeberangan feri. Hal itu juga, kata dia, berdampak pada penurunan pendapatan asli daerah (PAD). (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s