Ritual Adat Lufu Kie Digelar di Tidore


satumaluku.com- Ritual adat “Lufu Kie”, Senin (11/4/2016) digelar di Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara. Lufu Kie adalah gelar armada perang untuk menakuti Kompeni Belanda yang dicetuskan oleh Sultan Tidore Yang Mulia Sri Paduka Tuan Sultan Syaifuddin “Jou Kota” bergelar “Alkhalifatul Mukarram Saidus – Sakalain Ala Jabalit Tidore” (1657 – 1689).

Dikemas dalam bentuk Pelayaran Ritual Ziarah “Jere se Karamat” (makam para Aulia di sekeliling Pulau Tidore), formasi Lufu Kie terdiri atas Kagunga Sultan (perahu Kesultanan Tidore) dengan kawalan Juanga “Hongi Taumoy se Malofo” berarti barisan Juanga atau barisan 12 perahu Kora – Kora pengawal perahu Kagunga Sultan Tidore yang terdiri dari “Sangaji se Gimalaha Taumoy se Malofo”.

Yang disebut juga “Rora Polu – polu se Rora Fifiyaro” yaitu Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomalu, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili, Gimalaha Tahisa, Gimalaha Tomaidi.

“Ritual adat Lufu merupakan bagian dari prosesi HUT Kota Tidore yang jatuh pada 13 April 2016,” kata Sultan Tidore, Husein Sjah usai menggelar ritual di Ternate, dilansir antara.

Suasana haru terjadi saat rombongan Lufu Kie tiba di depan perairan Dodoku Ali atau searah dengan Kedaton Kesultanan Ternate dan disambut oleh Bobato adat Kesultanan Ternate di atas dermaga Dodoku Ali.

Saat itu, barisan Juanga dan perahu perang Sultan Tidore yang ditumpangi Sultan Tidore bersama Bobato adat dan Imam Syara Kesultanan Tidore disambut dengan penghormatan secara adat atau “Suba” oleh Bobato Adat Kesultanan Ternate.

Keharuan memuncak saat Imam Kesultanan Tidore membacakan doa bersama Bobato adat dan Imam Syara Kesultanan Tidore serta Bobato Adat Kesultanan Ternate di atas Dermaga Dodoku Ali.

Sultan Tidore H. Husain Syah mengatakan, rombongan singgah di tempat tersebut sebagai bentuk persaudaraan yang sudah terikat sekian ratus tahun bahkan ribuan tahun.

“Ikatan ini tidak boleh lepas dan tidak boleh luntur dan saya akan melanjutkan apa yang telah ditinggalkan leluhur, untuk menjaga tali silaturahmi persaudaraan, sehingga kekal dan tidak ada pertentangan,” katanya.

Sultan menyatakan, Tidore, Ternate, Bacan dan Jailolo atau dikenal dengan Kie Raha merupakan bentuk persaudaraan paling tertinggi dari yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia.

Prosesi ritual adat Lufu Kie sendiri diawali dari Kedaton Kesultanan Tidore. Sultan Tidore didampingi Jou Boki bersama para Bobato dan Imam Syara. Sebelum keluar dari kedaton dibacakan salawat oleh Imam Ngofa dan dilanjutkan doa selamat oleh Imam Togubu.

Selanjutnya Sultan dan rombongan berjalan kaki dari kedaton menuju Doro Kolano atau dermaga Kesultanan dan sebelum naik ke Kagunga, Imam Kesultanan Tidore membacakan doa selamat. (avp)

One thought on “Ritual Adat Lufu Kie Digelar di Tidore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s