Harga Bawang di Maluku Melonjak Akibat Persediaan Terbatas


satumaluku.com- Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Bustamin Ohorella menyatakan, harga bawang di daerah ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan akibat persediaan terbatas.

“Kelancaran transportasi dan distribusi merupakan faktor utama yang membuat harga kebutuhan pokok termasuk bawang merah dan bawang putih sering berubah, katanya, di Ambon, Rabu (13/4/2016) dilansir Antara.

Ia menjelaskan, bawang merah yang sebelumnya dijual Rp40.000 per kilogram naik menjadi Rp55.000 hingga Rp60.000. Sementara harga bawang putih saat ini berkisar antara Rp36.000 hingga Rp40.000.

Selain distributor tidak bisa memasok barang dengan jumlah besar, karakteristik bawang maupun sayuran yang tidak bisa bertahan lama, maksimal dua minggu menjadi penyebab naiknya harga.

“Jadi, kembali lagi ke hukum pasar yang dikendalikan oleh supply dan demand atau perbandingan antara pasokan dan permintaan” kata Bustamin.

Dia menambahkan, program pemerintah untuk memperlancar sistem logistik nasional melalui percepatan pembangunan tol laut akan sangat membantu masyarakat di daerah Indonesia timur.

Di samping itu, Kementerian Perdagangan pun telah menggagas program Gerai Maritim yang memfokuskan perdagangan melalui jalur laut agar dapat menghubungkan wilayah sentral dengan pelosok.

Sementara itu, Gimin, pedagang di Pasar Mardika, menuturkan penjualan bawang merah saat ini berkisar Rp55.000 per kilogram. Harga tersebut ditentukan berdasarkan harga yang dibeli pedagang dari distributor yang sebagian besar memasok dari Surabaya maupun Makassar.

“Kalau buahnya sedikit kecil kami bisa turunkan hingga Rp53.000 per kilo. Kalau langganan biasa kami beri sedikit penurunan harga,” katanya kepada Antara.

Tak berbeda dari Gimin, Adit yang juga berdagang bahan pokok, mengeluhkan kenaikan harga bawang yang diakibatkan oleh minimnya stok dari distributor.

Meski demikian, kata dia, pasokan bawang dari distributor berjalan lancar meski dengan jumlah muatan yang lebih sedikit.

“Stok dari Pulau Jawa sekarang berkurang. Mungkin karena petani di sana juga hasil panennya tidak terlau bagus, karena pengaruh cuaca buruk. Sehingga membuat stok bawang ke daerah sini (Maluku) tidak banyak,” ujar Adit.

“Pedagang berharap distribusi komoditas dari sentra produksi ke daerah bisa berjalan lancar. Apalagi mengingat harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah diturunkan, semestinya bisa sedikit membantu menekan harga jual bahan pokok, agar masyarakat tidak terbebani, tambahnya. (ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s