Kasus Permaisuri Mendiang Sultan Ternate Mengundang Reaksi Pusat


satumaluku.com- Pemerintah Pusat bereaksi atas kasus dugaan pemalsuan identitas anak yang dilakukan permaisuri mendiang Sultan Ternate, Nita Budi Susanti. Menkopolhukam Luhut Pandjaitan meminta agar kasus Boki Nita diselesaikan secara kekeluargaan guna menghindari terjadinya konflik.

“Saya telah meminta ke Gubernur maupun Kejati Maluku Utara agar membantu menyelesaikan masalah Nita yang kini ditahan dalam kasus internal di Kesultanan Ternate,” kata Luhut B Pandjaitan seusai melakukan kunjungan kerjanya di Ternate, Selasa (19/4/2016) dilansir antara.

Luhut mengatakan, ia tidak mencampuri urusan hukum yang kini dialami Nita, tetapi demi keamanan dan mencegah terjadinya konflik lebih besar di daerah ini, seharusnya ada solusi dari penegak hukum untuk memberikan tahanan kota bagi istri Sultan Ternate hingga adanya kepastian hukum.

Selain itu, upaya penyelesaian secara kekeluargaan semestinya ditempuh guna menghindari adanya konflik. Apalagi pemerintah pusat memiliki keinginan agar konflik di berbagai daerah bisa diminimalisir, salah satunya dengan melakukan pendekatan kearifan lokal agar tidak lagi ada masalah yang timbul akibat kesalahpahaman.

Sebelumnya, kehadiran Menkopolhukam Luhut B Pandjaitan mendapat aksi dari massa pendukung Nita meminta untuk membantu menyelesaikan masalah permaisuri mendiang Sultan Ternate Mudaffar Sjah yang kini sedang menjalani proses hukum terkait dugaan pemalsuan identitas putra kembarnya.

Permintaan tersebut disampaikan massa adat Kesultanan Ternate pendukung Nita kepada Menkopolhukam sesaat setelah tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate dalam rangkaian kunjungan kerja di Kota Ternate pada Senin (18/4/2016).

Sejak Nita ditahan dan menjalani proses hukum, sejumlah aksi dilakukan masyarakat adat pendukungnya. Contohnya, pada Selasa (19/4/2016), nyaris terjadi bentrok dengan masa adat versi Munir Amar Tomagola di Keraton Kesultanan Ternate.

Ketegangan diawali saat perangkat adat kesultanan ternate versi Munir bersama dengan masyarakat yang berada di lingkungan kedaton bereaksi untuk mengusir pendukung Nita.

Dalam penyerangan itu, massa pendukung Nita terlihat membawa senjata tajam berupa pedang. Mereka, berupaya masuk ke kompleks kedaton dan menyerang kelompok adat yang kontra dengan Nita. Beruntung, upaya itu digagalkan paksa petugas Kepolisian. (avp)

2 thoughts on “Kasus Permaisuri Mendiang Sultan Ternate Mengundang Reaksi Pusat

  1. Luhut anda teliti dan pelajari dulu kasusnya, jangan seenaknya minta selesaikan….. ini masa depan Kesultanan,…. enak saja

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s