Heran dengan Kasusnya, Kombes Ely Djamaluddin Tetap Merasa Tak Bersalah


satumaluku.com- Kombes Pol Ely Djamaluddin, saat ini sudah tak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara, menyusul tindakan penonaktifan dirinya oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Tetapi putera Maluku asal jazirah Leihitu, Maluku Tengah, itu tetap menyangkal dirinya terjaring razia gabungan yang dilakukan TNI, Polri, BNN Maluku Utara, dan Satpol PP Kota Ternate.

Ely mengaku keberadaanya di salah satu ruangan di Royal’S Karaoke karena ikut memantau razia yang dilakukan Detasemen POM TNI AD Pattimura XVI/I Ternate dan BNN Maluku Utara. Karena sebelumnya, ia mendapat informasi bahwa tempat karaoke itu sering dimasuki pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Bagaimana saya dirazia, saya yang tanda tangan surat perintah penugasan. Dua anak (buah) saya ikut terlibat dalam tim. Jadi saya pantau mereka (tim gabungan) karena sering ada laporan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikirim ke berbagai media, Rabu (21/4/2016).

Menurutnya, jika benar terjaring razia maka dia tidak akan menunggu petugas memeriksa semua pengunjung dan memilih lebih dulu pulang ke rumah. Namun yang terjadi, dia ikut memantau hingga tim gabungan ini usai menjalankan tugas.

“Kalau saya terjaring, kenapa harus tunggu mereka (petugas) sampai selesai? Kalau terjaring pasti saya sudah turun duluan untuk pulang. Bukan saya membela diri, tapi saya bicara fakta,” cetus perwira menengah yang berencana maju sebagai calon Bupati Maluku Tengah menantang petahana Abua Tuasikal.  (baca: Dinonaktifkan Buwas, Kombes Ely Djamaluddin Sempat Incar Bupati Malteng)

Disinggung miras dalam ruangan yang ditempatinya, Ely mengaku tidak mengetahui. Dia juga membantah ditemukan berada dalam ruang karaoke.

“Saya tidak mengerti lagi soal itu (miras), bagaimana miras ada di dalam. Saya tidak di ruangan,” kata Ely.

Ely mengaku heran dengan kasus yang dialaminya saat ini. Dia menegaskan, keberadaannya di lokasi razia tersebut untuk bertugas melakukan pengawasan.

“Saya kan Kepala BNN Maluku Utara, wajar saja kan kalau saya di lokasi untuk melihat anak buah saya bertugas. Saya memang di lokasi saat itu, namun tidak sedang berada di dalam room karaoke,” kata pria asal Pulau Ambon itu.

Atas kasus ini, Ely telah mendatangi Kantor BNN Pusat di Jakarta untuk memberikan klarifikasi. Jika diminta untuk melakukan tes urine, dia mengaku siap.

“Saya sudah klarifikasi masalah ini ke Kabag Humas BNN. Saya pun siap untuk melakukan tes urine atau uji narkoba. Malah saya tantang untuk dilakukan tes urine, karena saya merasa benar,” tegasnya.

Kombes Ely Djamaluddin mengaku telah diminta masyarakat untuk maju sebagai calon bupati Maluku Tengah menantang bupati yang kini menjabat Abua Tuasikal. Dia meyakini masalah ini merupakan fitnah terkait rencananya mencalonkan diri pada Pilkada Kabupaten Maluku Tengah 2017. (ald)

One thought on “Heran dengan Kasusnya, Kombes Ely Djamaluddin Tetap Merasa Tak Bersalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s