Praktek Pungli Masih Jadi Salah Satu Keluhan Masyarakat di Maluku


satumaluku.com- Kasus pungli (pungutan liar) masih menjadi salah satu masalah yang dilaporkan masyarakat ke Ombudsman Perwakilan Provinsi Maluku di Ambon. Selain Pungli, hal lain yang menjadi keluhan adalah penyimpangan prosedur dan penundaan berlarut.

Pada triwulan pertama yakni Januari hingga Maret 2016, Kantor ombudsman Perwakilan Provinsi Maluku telah menerima sebanyak 43 laporan pengaduan masyarakat, terkait pelayanan publik.

Menurut Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Maluku Eli Radianto, laporan pengaduan masyarakat tertinggi adalah Kota Ambon sebanyak 36 laporan, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) empat laporan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) satu laporan, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) satu laporan dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel) satu laporan.

Penundaan berlarut biasanya ada di pihak kepolisian, karena ada beberapa pelapor menyampaikan kepada pihaknya, bahwa ada laporan masyarakat belum tertangani.

“Kami sudah menindaklanjuti laporan tersebut dan pihak kepolisian juga sudah ada yang menyelesaikan,” kata Eli kepada pers di Ambon, awal pekan ini, dilansir antara.

Sedangkan masalah terkait penyimpangan prosedur, ada beberapa instansi pemerintah, baik instansi pemerintah kota maupun instansi pemerintah kabupaten.

Selanjutnya, instansi terlapor atau instansi yang dilaporkan, lebih banyak dari kabupaten/kota, yakni 11 laporan dan pemerintah provinsi enam laporan.

Selain itu, instansi terlapor dari BUMN, di antaranya PT PLN, PT PELNI, PT Jasa Raharja, sebanyak enam laporan dan BUMD satu laporan.

Kemudian instansi terlapor penegak hukum dari Kepolisian Daerah dua laporan dan dan Polsek lima laporan serta Pengadilan Tinggi dua laporan.

Menurut Eli, ada 16 laporan sudah diselesaikan dan empat laporan masih menunggu data tambahan karena yang melapor belum melengkapi data.

Ia memberi contoh pungutan liar. Pihaknya membutuhkan bukti berupa kuitansi termasuk bukti diri pelapor berupa KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau data pribadi lainnya.

Selanjutnya, menunggu tanggapan terlapor, ada delapan, ini untuk daerah-daerah terjauh dan pihaknya sudah membuat surat untuk meminta klarifikasi. Surat klarifikasi ini, biasanya disampaikan sebanyak tiga kali.

“Kalau surat klarifikasi ketiga tidak ditanggapi, kami akan segera turun ke daerah itu untuk melakukan klarifikasi langsung,” kata Eli.

Selain itu, yang masih dalam proses penanganan sebanyak 14 laporan, dan kalau ada laporan yang bukan kewenangan pihaknya, itu dikembalikan. Misalnya masalah pidana, itu diarahkan untuk dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Jadi, dari 43 laporan yang masuk sampai triwulan ke tiga 2016, 23 persen laporan sudah diselesaikan dan 20 persen sementara menunggu tanggapan terlapor,” ungkap Eli.

Seperti diketahui berdasarkan amanat Undang- Undang No 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia (ORI), maka rekomendasi Ombudsman menjadi wajib dilaksanakan dan akan dikenakan sanksi administratif (apabila tidak dilaksanakan).

Dalam UU Ombudsman ditegaskan bahwa ORI adalah lembaga negara yang berwenang mengawasi pelayanan publik, termasuk oleh BUMN, BUMD, dan BHMN, serta badan swasta atau perorangan yang diberi tugas untuk menyelenggarakan pelayanan publik, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN dan / atau APBD.

Ombudsman menerima dan menangani keluhan masyarakat yang menjadi korban kesalahan administrasi (maladministrasi) publik, yang meliputi keputusan / tindakan pejabat publik yang ganjil, menyimpang, sewenang-wenang, melanggar ketentuan, penyalahgunaan kekuasaan, dan keterlambatan yang tidak perlu (undue delay).

Maladministrasi adalah perbuatan koruptif yang tidak menimbulkan kerugian negara, namun merugikan masyarakat, baik materiil maupun immateriil. (ald)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s