Usung Gerbang Ambon Berseri, Polly-Sam Optimalkan Peran Kecamatan


satumaluku.com- Berbeda dengan bakal calon (balon) kepala daerah lainnya yang tampil ‘solo’ saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan balon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Partai Gerindra pekan lalu, Balon Walikota Ambon Polly Kastanya tampil percaya diri bersama pasangannya Balon Wakil Walikota, Sam Latuconsina.

Pasangan yang membawa jargon PAS ini, sama-sama mengenakan kemeja putih dan cukup mendapat sambutan meriah dari audiens yang menghadiri kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Ambon itu.

Sebagai Balon Walikota, Polly Kastanya menyampaikan visi dan misi yang akan dirinya dan Sam perjuangkan jika dipercayakan menjadi pemimpin di Kota Ambon periode 2017-2022.

Menurut Polly, konsep pembangunan lima tahun yang akan diusungnya bersama Sam nanti, adalah “Gerbang Ambon Berseri” dimana mereka bertekad untuk membawa Ambon menjadi daerah yang bersih secara fisik, sosial maupun birokrasi.

Setelah itu, Ambon akan dijadikan lebih sejahtera, baik secara jasmani maupun rohani. Dan salah satu program yang akan dikerjakan guna mensukseskan program Gerbang Ambon Berseri tersebut, menurutnya, adalah dengan mengoptimalkan peran kecamatan dalam setiap proses pembangunan.

Diakuinya, hingga saat ini peran kecamatan sebagai ujung tombak masyarakat, belum terlihat maksimal. Karenanya, kedepan dirinya ingin menjadikan kecamatan sebagai ujung tombak pembangunan sampai ke desa.

Dikatakannya, keterlibatan kecamatan bisa memperkecil atau memperpendek rentang kendali dan mengontrol program pembangunan di desa.

”Jadi, kita akan maksimalkan fungsi kecamatan untuk mengurai kepadatan di Kota Ambon. Kecamatan harus punya peran juga dalam mengawasi alokasi dana desa, karena disadari betul bahwa sumber daya manusia di daerah masih sangat rendah, sehingga bisa saja terjadi kesalahan dalam mengelola dana desa yang berujung pada proses hukum,” katanya.

Senada dengan Polly, Balon Wakil Walikota Sam Latuconsina mengatakan, kecamatan harus diberikan penguatan untuk mengefektifkan peran desa dan kelurahan yang berjumlah 50 di Kota Ambon.

Sam berjanji, untuk pengembangan desa dan kelurahan semuanya akan disamaratakan. Apalagi sekarang ada bantuan dana desa yang sudah digulirkan. Hanya saja, lanjutnya, kalau hal itu tidak dikontrol dengan baik, maka bisa timbul penyelewenangan.

”Itulah sebabnya kenapa kecamatan sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Kota Ambon menjadi penting. Dan bagi saya, dalam rangka memperbaiki pelayanan publik maka pemekaran kecamatan yang sudah sangat padat, menjadi sebuah kebutuhan bersama yang akan kita lakukan kedepan,” tuturnya. (SM-07)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s