Warga Negeri Mamala dan Morela Bersumpah Hidup Rukun dan Damai


satumaluku.com- Dua negeri basudara di Pulau Ambon, Maluku Tengah, Mamala dan Morela, Sabtu (23/4/2016), bersumpah akan mengakhiri pertikaian selama ini dan hidup rukun serta damai.

Sumpah tersebut merupakan salah satu bagian Ikrar Damai yang ditandatangani Raja Negeri Mamala Ramly Malawat dan Raja Morela Yunan Sialana, bersama Kapolres Pulau Ambon AKBP Komaruz Jaman dan Komandan Kodim Pulau Ambon, Letkol Inf. Slamet. Kesepakatan damai itu akan dituangkan dalam Peraturan Negeri.

Perdamaian Mamala dan Morela berlangsung Sabtu (23/4) di perbatasan kedua negeri disaksikan Gubernur Maluku Said Assagaff, anggota DPD RI Novita Anakotta, Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, Komandan Korem 151 Binaya Kolonel Inf. Edy Sutrisno, Dirbimas Polda Maluku Kombes M. Yamin dan ribuan warga kedua negeri.

Saat seremoni berlangsung, ribuan warga yang hadir larut dalam kesedihan. Mereka berangkulan, ada yang tak kuasa menahan sedih. Perdamaian diakhiri dengan makan patita bersama di perbatasan kedua negeri bertetangga itu.

Baca Juga: Negeri Mamala dan Morela “Orang Basudara”

Perdamaian kedua negeri adat di Maluku Tengah itu ditandai dengan pembacaan ikrar kesepakatan damai oleh Sekretaris Negeri Mamala dan Sekretaris Negeri Morela.

“Demi Allah, kami masyarakat kedua negeri, Mamala dan Morela dengan sunguh-sunguh mengakhiri rasa permusuhan, kebencian dan rasa curiga.”

“Kami tidak akan mengulangi lagi pertikaian diantara sesama warga,” begitu salah satu poin ikrar damai yang dibacakan.

Mereka juga berjanji jika ada masalah pribadi yang terjadi di kedua desa itu diselesaikan melalui hukum, tidak melibatkan warga lainnya.

Dibagian lain, warga juga menyatakan jika ada warga yang melakukan tindak pidana kepada warga dari desa berbeda dan pelakunya melarikan diri, maka keluarga pelaku ditahan di kantor polisi selama 20 hari sebagai jaminan.

“Selain itu juga membayar denda. Masing – masing untuk penganiayaan ringan Rp 5 juta rupiah, untuk penganiayaan sedang Rp 10 juta rupiah, sedangkan penganiayaan berat Rp 25 juta rupiah,” begitu salah satu isi poin ikrar damai.

Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan, perdamaian warga kedua negeri itu mengakhiri perjalanan panjang konflik diantara mereka. Konflik diantara mereka menurut dia telah menelan banyak korban jiwa dan harta benda milik kedua desa itu.

“Kami berharap perdamaian ini bukan seremonial semata, tapi menjadi perdamaian yang hakiki diantara warga. Saya tidak mau dengar lagi ada konflik diantara mereka setelah ini, berhenti berkelahi karena tidak ada untungnya. Masyarakat, anak cucu kita yang rugi,” katanya.

Tindak lanjut dari ikrar damai, pemerintah dan aparat keamanan akan membangunan rumah – rumah warga yang terbakar dan rusak akibat konflik. (ald)

One thought on “Warga Negeri Mamala dan Morela Bersumpah Hidup Rukun dan Damai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s