Dibangun Sejak 2011, Kantor Dishub Maluku Senilai Rp18,3 Miliar Akhirnya Diresmikan


satumaluku.com- Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku di kawasan Jalan dr Malaiholo Air salobar yang pembangunannya menelan biaya Rp18.363.200.000 akhirnya diresmikan Gubernur Maluku Said Assagaff, Senin (25/4/2016).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Ir Benny Gaspersz menjelaskan, kantor Dinas Perhubungan yang baru didesain oleh Ir Gerald Mailoa,MT dan (Alm) John Pelupessy,ST.MT yang dikerjakan sejak tahun 2010.

Setelah didesain, lanjutnya, kemudian dimatangkan oleh PT Tata Spektra dengan dana sebesar Rp425 juta. Sedangkan pembangunan awal baru dimulai dikerjakan tahun 2011 dengan alokasi anggaran sebesar Rp966.795.000. Pembangunan tahap kedua tahun 2012, dengan anggaran sebesar Rp3.519.500.000 dan tahap ketiga tahun 2013 dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.693.355.000.

Menurutnya, untuk tahun 2014 tidak ada pengalokasian anggaran, sedangkan tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp10.758.586.000. ”Jadi total fisik dan konsultan mencapai Rp18.363.200.000,” tandasnya. Total luas bangunan kantor tiga lantai tersebut adalah 3.030 M2.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya berharap dengan adanya kantor baru yang lebih megah dan representatif, bisa makin meningkatkan semangat kerja jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Maluku. Menurut Gubernur, Perhubungan adalah sektor yang paling menentukan bagi keberhasilan pembangunan di Maluku.

”Dari dulu kita ingin menciptakan pola perhubungan yang terpadu antara laut, darat dan udara tapi masih belum bisa juga,” tandasnya. Kendati demikian, Gubernur menilai di sektor perhubungan udara sudah cukup baik, terlebih lagi hampir semua lapangan terbang di wilayah kabupaten, landasan pacunya sudah makin diperpanjang untuk pesawat jenis ATR.

Bahkan, tambahnya, untuk bandara di Kabupaten Maluku Tenggara akan diperpanjang lagi sebanyak 150 meter sehingga total panjang landasan akan mencapai 2,5 kilometer. Kalau sudah makin diperpanjang kan pesawat yang berbadan lebih lebar bisa masuk kesana, dan kalau biaya penerbangan makin terjangkau, otomatis penerbangan dari wilayah-wilayah selatan akan makin ramai. “Orang yang ingin ke Jakarta dan sebaliknya, bisa saja menempuh perjalanan langsung tanpa harus transit di Ambon,” ujarnya. (febby kaihatu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s