Jazirah Leihitu Tetap Komit Pisah dari Kabupaten Maluku Tengah


satumaluku.com- Upaya melepaskan diri dari Kabupaten Maluku Tengah dan menjadi kabupaten sendiri terus diperjuangkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Anak Negeri Jazirah Leihitu (Hena Hetu).

“Kami akan mendesak Ketua DPRD dan Bupati Malteng untuk cita-cita menjadikan jazirah Leihitu sebagai kabupaten sendiri dapat terwujud. Sudah pasti kita semua akan bergandengan tangan untuk mewujudkan hal itu,” ungkap Ketua DPP Hena Hetu periode 2016-2021 Edwin Huwae kepada wartawan di Ambon, Jumat (29/4.2016).

Menurut Huwae, masyarakat jazirah Leihitu tak akan pernah menyerah untuk memper­juangkan Jazirah Leihitu untuk menjadi kabupaten tersendiri dan terlepas dari Kabupaten Malteng. Bahkan untuk mewujudkan pemekaran, dalam struktur orga­nisasi DPP Hena Hetu pun ada bidang dan komite khusus percepatan pemekaran Jazirah Leihitu.

DPP Hena Hetu juga akan segera mendesak DPRD Malteng untuk segera melakukan pembahasan ranperda inisiatif dewan tentang pembentukan desa administratif dan pembentukan kecamatan Tanjung Sial dan Leihitu Timur.

“Kita juga akan mendorong pembangunan yang lebih baik lagi di jazirah Leihitu. Terutama membangun rumah sakit representatif di jazirah leihitu,” tegasnya.

Agenda terdekat Hena Hatu, adalah mendukung anak jazirah yang mau maju sebagai calon bupati dan wakil bupati guna memenangkan pilkada di Maluku Tengah tahun 2017.

“Kita akan bentuk tim 9 , nantiya setelah pelantikan dan raker baru kita akan bentuk tim itu. Yang pasti kita akan mendukung anak jazirah yang akan maju untuk pilkada 2017 di Malteng,” ujarnya.

Adapun kepengurusan DPP Hena Hetu hasil mubes ketiga pada 10 Maret 2016. Kepengurusan terdiri dari 10 orang dewan pembina, 21 orang dewan pakar/perencana strategis, 10 bidang, sekertaris jenderal, benda­hara umum, dan 10 komite. (ald)

3 thoughts on “Jazirah Leihitu Tetap Komit Pisah dari Kabupaten Maluku Tengah

  1. waah,makin banyak “kerajaan” baru…sekalian pisah dari NKRI saja…kalo sukses,pasti banyak bakal nyusul utk pisah/bentuk “kabupaten” sendiri….hayooo,”kabupaten batumerah,mardika,urimessing,dst.dst.dst….pemekaran itu hanya akal2 bulus individu2 rakus dengan meng-atasnama-kan rakyat….

    Like

  2. Semua punya hak yang sama dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraa daerahnya masing2..mungkin ini jalan terbaik bagi kami aorang jazirah dari pada jadi sapi perah,,dan panen raya lima tahunan dinasti..

    Like

    1. betul, SAYA sependapat dengan saudara,, pemekaran kabupaten baru adalah solusi terbaik untuk percepatan pembangunan di daerah,, terutama pembangunan bidang infrastruktur, dan sdm.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s