Zulfirman Rahyantel, Pemuda Maluku dengan Prestasi Mendunia


satumaluku.com- Berbagai media di Indonesia pekan lalu memberitakan keberhasilan salah satu pemuda Indonesia yang dianugerahi penghargaan bergengsi “Global Emerging Youth Leaders” dari Departemen Luar Negeri Amerika Rabu pagi (20/4/2016). Dia adalah Zulfirman Rahyantel, seorang mahasiswa Universitas Pattimura Ambon.

Zulfrman bersama sembilan anak muda dari berbagai negara, oleh pemerintah Amerika Serikat dipilih sebagai 10 pemimpin muda harapan dunia Tahun 2016 karena dinilai telah melakukan perubahan sosial yang konstruktif.

Khusus untuk Zulfirman, dia dinilai berhasil memfasilitasi dialog antar keyakinan di antara sesama anak muda di Ambon dan daerah-daerah rawan konflik lain di Indonesia. Ia bahkan mengajak mereka mengunjungi daerah-daerah itu secara langsung untuk berbagi pengalaman, termasuk suka duka menjadi warga kota Ambon yang pernah dikoyak konflik bernuansa agama.

Certanya, dikutip dari http://www.benarnews.org, ketika memasuki kampusnya di Universitas Pattimura Ambon tahun 2011, dia terpacu berbuat sesuatu, saat melihat segregasi antara penduduk Kristen dan Muslim masih kental terlihat, akibat konflik agama di Maluku yang pecah tahun 1999.

“Tahun 2011, saya masuk kampus, kampus itu dalam keadaan terbakar, terjadi demonstrasi anarkis, saya berpikir waktu itu bahwa kalau mau bangun perdamaian di Maluku maka saya harus membangunnya dari kampus,” kata pemuda Maluku ini sehari setelah ia menerima penghargaan EYL.

Dengan rekan-rekannya, ia menginisiasi berbagai kegiatan untuk membuka ruang dialog antar sesama. Sebuah usaha yang penuh tantangan, terutama di daerah pasca konflik yang telah menewaskan banyak orang.

“Penghargaan ini sebenarnya untuk semua anak muda yang telah bekerja, dan saya diberikan kesempatan oleh Tuhan lewat pemerintah Amerika untuk menerima (penghargaan) ini,” ungkapnya.

Penghargaan ini bagi dia, adalah amanah untuk terus menginspirasi yang lain dan terus bekerja. Bekerja untuk perdamaian adalah tanggung jawab.”

“Penghargaan ini membuat saya merasa bahwa saya harus balik ke daerah dan mempersiapkan lagi anak muda Indonesia,” kata Zulfirman.

“Minimal teman-teman dari desa. Saya ingin bertemu mereka, dan mengatakan bahwa bermimpi itu tidak bisa dibatasai oleh garis teritori, dan kalau ada mitos bahwa kita anak desa terus tidak bisa bermimpi besar, itu adalah salah,” kata pemuda kelahiran Kwaos, sebuah desa terpencil di Pulau Seram itu. (alv)

penghargaan amerika
Kesepuluh anak muda penerima Global Emerging Youth Leaders Award 2016. Zulfirman Rahyantel berdiri ketiga dari kanan. foto VOA/Eva.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s