120 Kewang Bertugas Lagi Jaga Lingkungan Kota Ambon


satumaluku.com- Sebanyak 120 Kewang (polisi adat yang menjaga lingkungan) diaktifkan kembali oleh Pemerintah Kota Ambon untuk bertugas di desa dan kelurahan.

“Setelah tidak aktif selama satu tahun, keberadaan `kewang` lingkungan kembal diaktifkan sebagai tenaga sukarela yang mengamankan lingkungan, di lingkup pemerintah maupun di kawasan hutan yang ada di Ambon,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup, Lusia Izaak, Selasa (11/5/2016) dilansir Antara.

Ia mengatakan, para “kewang” menjadi polisi lingkungan yang bertugas mengawasi setiap kegiatan di pusat budaya atau situs bersejarah di kota ini.

“Kami sudah memutuskan agar `kewang` diaktifkan kembali, dan tugas mereka mengamankan fasilitas pemerintah, situs sejarah serta menjaga kebersihan lingkungan dan hutan,” katanya.

Dijelaskannya, kehadiran “kewang” guna menghidupkan kembali komponen budaya di Ambon yang hampir punah.

“Mulai tahun ini kita menghidupkan kembali komponen budaya kita, yakni `kewang` dan `marinyo` yang hampir dilupakan oleh masyarakat khususnya generasi muda di kota ini,” kata Luzia.

Ambon selain ibu kota provinsi juga merupakan kota otonomi yang struktur pemerintahannya terdiri dari negeri adat, kelurahan dan desa.

Sebagai negeri adat, Ambon memiliki simbol dan budaya adat yang menjadi ciri khas seperti “kewang” dan “marinyo”.

Sebanyak 120 “kewang” lingkungan hidup berasal dari negeri atau desa dan kelurahan di lima kecamatan di kota Ambon, terdiri dari 29 “kewang” asal Kecamatan Nusaniwe, 38 “kewang” Kecamatan Sirimau, Kecamatan Teluk Ambon sebanyak 19 orang, 16 “kewang” dari Kecamatan Teluk Ambon Baguala dan 18 dari Leitimur Selatan.

Para “kewang” akan ditugaskan 10-20 orang untuk bertugas sejak pukul 10.00 pagi hingga 22.00 dan dalam menjalankan tugas “kewang” menggunakan pakaian khas

Pengangkatan “kewang” didasari keputusan Wali Kota Ambon Nomor 753 Tahun 2012. Tahap awal setelah dikukuhkan “kewang” ditempatkan di lokasi Gong Perdamaian Dunia (GPD), Pattimura Park, Kantor Gubernur Maluku dan Balai Kota Ambon.

“Dengan diaktifkan kembali fungsi `kewang` diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan Ambon yang bersih dan tertib,” kata Luzia.(ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s