Tinggal Tunggu Penyerahan dari Polisi, Mantan Bupati Seram Bagian Timur Diadili


satumaluku.com- Selangkah lagi, mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath akan menjalani sidang kasus korupsi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pihak Kejaksaan Tinggi Maluku memastikan berkas acara pemeriksaan (BAP) dan dakwaan Abdullah Vanath sudah lengkap dan tinggal menunggu proses penyerahan dari penyidik Polda Maluku.

“Berkas perkara AV sudah lengkap atau P21. Penuntut Umum saat ini tinggal menunggu proses tahap dua yakni penyerahan tersangka oleh penyidik Polda Maluku,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette, kepada wartawan, Rabu (11/5/2016) di Ambon.

Dia mengakui, proses hukum tersangka Abdullah Vanath agak lambat karena berkas sempat bolak –balik beberapa kali dari kejaksaan ke polisi maupun sebaliknya. Namun, kini sudah selesai dan tinggal proses penyerahan.

Diketahui, Abdullah Vanath dijerat pidana, karena diduga merugikan negara senilai lebih dari Rp600 juta. Berdasarkan temuan BPK, selama menjabat sebagai bupati, Vanath menikmati bunga deposito Pemkab SBT tahun 2006 – 2008. Modusnya, memindahkan deposito milik Pemkab SBT senilai Rp 2,5 miliar ke rekening pribadinya.

Selain itu, ia juga menarik bunga 1 persen dari setiap uang milik Pemkab SBT yang disimpan di Bank Mandiri Cabang Pantai Mardika Ambon. Vanath juga membuka Giro Non Customer (GNC) di Bank Mandiri Cabang Pantai Mardika. Melalui kebijakan pihak bank ini Vanath bisa menarik tunai bunga hasil kejahatannya.

Pada tingkat penyidikan di kepolisian, Abdullah Vanath ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut pada bulan November 2014. Saat itu penydik telah memeriksa memeriksa 25 saksi dan mengamankan sejumlah dokumen terkait kasus tersebut.

Yang menarik, pengalihan uang kas daerah ke rekening tersangka dilakukan hanya bermodalkan surat persetujuan perubahan nama pemilik rekening dari Ketua DPRD SBT Jamaludin Arey.

Vanath sendiri telah mengembalikan Rp 500 juta dari total nilai kerugian negara Rp 600 juta dalam kasus korupsi deposito Pemkab SBT tahun 2006-2008. Tetapi langkah Vanath tak bisa menghentikan kasusnya. Sebab pengembalian kerugian negara dilakukan saat kasus yang melilitnya sudah masuk tahap penyidikan. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s