Diduga Meninggal Tak Wajar, Makam Dibongkar, Jasad Yanes Balubun Diotopsi


satumaluku.com- Polisi menindaklanjuti dugaan kematian tidak wajar aktivis hak asazi manusia (HAM) Maluku Yanes Balubun. Kamis (12/5/2016) makam Yanes Balubun di TPU Pule, Karang Panjang, Ambon, dibongkar untuk kepentingan otopsi.

Proses pembongkaran makam Yanes dan otopsi dilakukan mulai pukul 11.30 hingga 15.00 WIT. Sejumlah aparat kepolisian berpakaian dinas maupun sipil terlihat mengamankan proses tersebut. Bahkan, tanda police line dipasang untuk mempermudah kerja Tim Identifikasi Mabes Polri dan Biddokkes Polda Maluku.

Proses otopsi tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dari rekan-rekan almarhum sesama praktisi hukum, karena merasa kematian almarhum tidak wajar. Rekan-rekannya bekerjasama dengan Kontras mengajukan permohonan kepada Mabes Polri untuk turun melakukan otopsi terhadap jenazah almarhum.

Rekan-rekan almarhum menilai ada beberapa kejanggalan pada kematian almarhum, sehingga meminta izin pihak keluarga untuk melakukan otopsi jenazah yang sebelumnya meninggal akibat laka lantas tunggal di daerah Pule, Karpan, Ambon beberapa waktu lalu.

“Yang kami terima nantinya sesuai dengan apa yang kami dapatkan dari tim forensik. Hasil pemeriksaan dari tim forensik yang kami minta bantuan teknis membongkar mayat nantinya akan kami terima karena saat kejadian tidak dilakukan otospi karena saat itu hanya otopsi luar saja sehingga penyebab kematian belum di ketahui,” jelas Direskrimum Polda Maluku Kombes Puguh Sulistyo kepada wartawan usai otopsi tersebut.

Aktivis HAM di Maluku itu ditengarai meninggal secara tidak wajar. Karena itu pihak keluarga menempuh proses hukum untuk mencaritahu penyebab kematian yang sebenarnya.

Yohanes Yonathan Balubun, SH, nama lengkap Yanes Balubun (39) diketahui meninggal pada pukul 05 pagi, 8 April 2016 lalu di RSU Dr.Haulussy, Kudamati Ambon. Dia sempat menjalani perawatan dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah ditemukan warga pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 01.30 WIT di kawasan Pule, Karang Panjang, Ambon.

Pembela masyarakat adat Maluku ini ditemukan warga setelah mereka mendengar klakson panjang sepeda motor. Saat itu, paha korban dalam posisi menekan klakson sepeda motornya. Sedangkan kepala korban mengeluarkan darah yang sangat banyak.

Kesannya, seperti korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun, para warga tidak melihat adanya goresn motor di aspal, sementara banyak darah yang bergelimang di selokan TKP.

Almarhum yang meninggalkan seorang istri dan 2 anak yang masih kecil ini kemudian dimakamkan 9 April 2016. Namun upaya hukum ternyata tetap dilakukan dan ditindaklanjuti aparat kepolisian. (ald)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s