Evaluasi 13 Siswa Ambon di Jepang, 5 Orang Memiliki Nilai Sangat Baik


satumaluku.com- Sebanyak 13 siswa asal Kota Ambon yang sedang mengikuti program belajar sambil bekerja di Jepang, dinilai cukup berhasil. Dari 13 siswa tersebut, lima diantaranya memiliki nilai yang sangat baik.

“Penguasaan bahasa Jepang para siswa sangat baik di enam bulan pertama, baik untuk penulisan kanji maupun katakana, dan mendapat apresiasi dari pihak sekolah,” ungkap Koordinator Program Belajar di Jepang, Rohny Maail, dilansir Antara, Kamis (12/5/2016).

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon saat ini tengah melakukan evaluasi program beasiswa bagi pendidikan Strata satu (S1) sambil bekerja di Kyoto, Jepang. Evaluai program belajar dan bekerja 13 siswa Ambon di Jepang dilakukan tim monitoring bersama orang tua siswa.

Adapun siswa yang mengikuti program ke Jepang masing-masing, Kiz Manuhutu (SMAN Siwalima), Denise Weldi H Sahulata (SMA Kalam Kudus), Muhamad Nuryadi (SMAN Siwalima), Theophilia Lekatompessy (SMAN 1), Berry Samusamu (SMAN 5), Valery Makatita (SMKN 7), Mauritz Tobing (SMAN Siwalima), Diana Loupatty (SMAN 10), Herry V Lesimanuaya (SMAN 5), Harus Al Fasid Mony (SMAN Siwalima), Ara Alfa Reford Weringkurly (SMA Lentera Harapan), Olda Olivia Soselissa (SMAN 5), Chelsy Joesvin Kayadoe (SMAN Siwalima) dan Dewi Juliani Izaach (SMKN 1). 

Menurut Rohny, periode enam bulan kedepan para siswa diharapkan dapat memenuhi level N2 sebagai syarat dasar melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi.

“Jika siswa dapat memenuhi level N2, maka dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi untuk pendidikan S1 selama empat tahun,” tandasnya.

Ditambahkannya, 13 siswa yang mengikuti program belajar tersebar di empat kota di Jepang yakni empat siswa di kota Hamamatsu, lima di Maebashi serta masing- masing dua di kota Hakodate Hokaido dan Fukuoka.

“Para siswa juga telah bekerja di Jepang setelah enam bulan mempelajari bahasa setempat. Kita berharap mereka dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi pendidikan di Perguruan Tinggi yang akan dimulai pada Oktober 2016,” kata Rohny.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Ambon, Benny Kainama, menjelaskan evaluasi program belajar dilakukan setelah tim monitoring melakukan kunjungan ke Kyoto Jepang untuk melihat perkembangan siswa.

Dia menyatakan, tahap awal para siswa mengikuti kursus bahasa Jepang selama enam bulan yang diberikan oleh tim berasal dari Pemerintah Kyoto, Jepang, guna proses adaptasi dengan lingkungan kampus maupun masyarakat setempat.

“Prinsipnya tujuan kerja sama para siswa melakukan program belajar ke Jepang yakni bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kota Ambon, khususnya di jenjang SMA/SMK sehingga ke depan dapat bersaing dengan daerah lain,” kata Benny.

Diakuinya, beasiswa belajar di luar negeri diharapkan dapat membuka peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat yang ada sehingga peluang bekerja juga semakin terbuka lebar. (avp/ant)

8 thoughts on “Evaluasi 13 Siswa Ambon di Jepang, 5 Orang Memiliki Nilai Sangat Baik

    1. Alhamdullillah sebagai mantan guru SMP Negeri 2 Bula kami bangga dengan Muhammad Nuryadi alumni SMP Negeri 2 Bulaa (Banggoi – Waimatakabu) Semoga Sukses
      Widodo- Sugiarto,ST
      (Mantan Guru IPA-Fisika)

      Like

  1. Ini sudah ada pengumumannya.. Adik kelas saya. Kizz manuhutu, Muhamad Nuryadi, Maurits Tobing sudah berada di Jepang sekarang

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s