Semangat Pattimura dan Strategi Kapitalisme Moderen untuk Kuasai Maluku


Tulisan singkat saya malam ini saya dahului dengan ucapan SELAMAT MEMPERINGATI HUT PATTIMURA, KE 199 untuk semua basudara orang maluku, tanggal 15 Mei 2015.

PATTIMURA DAN PERJUANGAN MALUKU


Sebelum Maluku terbagi-bagi secara adminsitartif seperti sekarang ini, maka Maluku yang kita kenal adalah darai ujung Halmahera sampai tenggara jauh. Maluku memiliki catatan sejarah yang panjang dengan kekayaan rempah-rempah saat itu. Maluku menjadi perhatian dunia saat itu, yang ditandai dengan datangnya bangsa Arab, Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang. Semua memiliki tujuan yang sama yaitu PENGUSAAN SUMBER DAYA ALAM (cengkeh-pala dan rempah-rempah).

Bentuk penjajahan pada waktu itu telah memporak-porandakan tatanan adat, persatuan dan kesatuan serta harmonisasi kehidupan masyarakat Maluku. Namun Pattimura, dan kawan-kawan tidak tinggal diam dan melakukan PERLAWANAN terhadap semua bentuk hegemoni yang dilakukan oleh penjajah pada waktu itu. Perjuangan Pattimura dan kawan-kawan berakhir dengan KEMATIAN PATTIMURA di tiang gantungan di LAPANGAN SEGI TIGA Ambon.

Sikap KEPAHLAWANAN PATTIMURA telah ditunjukkan kepada kita semua anak-anak cucu rakyat Maluku, bahwa perjuangan untuk MELAWAN PENJAJAH harus dibayar dengan harga yang MAHAL yaitu nyawa. Namun sayang SIKAP HEROISME itu saat ini tidak lagi dimiliki oleh kita orang Maluku. Persatuan dan kesatuan menjadi langka, kejujuran dan kebersamaan sudah sirnah, dan yang ada saat ini adalah sikap saling jegal menjegal untuk sebuah kepentingan.

MALUKU HARI INI

patung pattimuraHari ini Maluku berada dalam situasi dan kondisi yang sangat memprihatinkan semua orang Maluku. Begitu banyak persoalan pembangunan yang tidak tertangani dengan baik.

Persoalan kemiskinan yang melanda masyarakat, persoalan pengangguran, inflasi, lemahnya penegakan hukum, perilaku koruptif di semua lini pemerintahan yang ada, sikap ganda pemerintah dalam menyikapi berbagai perkembangan Sosial, Ekonomi dan Politik nasional dan global, banyaknya regulasi pemerintah pusat yang tidak berpihak kepada Maluku, terjadi misorientasi berpikir dan berperilaku di kalangan masyarakat dan generasi muda, dan semua ini telah menghantar Maluku dan masyarakat yang ada pada suatu kondisi yang dilematis.

Belum lagi masalah krisis idealisme dan pelunturan daya cipta dan daya kritis di kalangan masyarakat dan generasi muda, krisis identitas sebagai suatu entitas masyarakat yang beradat dan beradab, persoalan egoisme kesukuan dan kedaerahan yang kaku dan sempit, dikotomi dan semakin suburnya dualisme Sosial, Ekonomi, dan Politik di kalangan masyarakat.

Kompleksitas persoalan yang ada saat ini bisa digambarkan sebagai benang kusut atau lingkaran setan yang menjerat tatanan hidup rakyat Maluku. Banyak kebijakan-kebijakan pembangunan yang tidak tepat sasaran dan tidak menjawab kebutuhan rakyat, tetapi kebijakan yang lebih bersifat pencitraan. Kebocoran anggaran dan keuangan daerah yang disebabkan perilaku koruptif dan mismanagement dalam penyelenggaraan pemerintahan menyebabkan pembangunan yang berjalan sekedar memenuhi persyaratan formal saja tetapi tidak menyentuh substansi kebutuhan.

Banyak pejabat dan pimpinana di daerah yang berperilaku konsumtif dan pencitraan tanpa memperhatikan tatanan nilai dan norma yang ada di masyarakat. Selain itu banyak sekali ditemukan perbedaan-perbedaan persepsi di antara pemangku kepentingan pembangunan di Maluku.

Kita belum ada dalam bingkai kesatuan pikir dan tindakan. Maluku seperti kapal yang berlayar tanpa kompas, semua BERNAFSU dan BERLOMBA menjadi Nahkoda, Mualim, Masinis dan KKM, tanpa melihat dan berkaca tentang eksistensi, kapasitas, profesionalitas, integritas, moralitas masing-masing. NAPSU BESAR TENAGA KURANG ini telah membuat banyak orang KEHILANGAN NURANI sehingga yang menonjol adalah NALURI KEKUASAAN dan MATERIALISTIS semata. Akibatnya KAPAL MALUKU ini berlayar semakin tidak jelas dan terombang-ambing mengikuti arah angin dan ombak yang membawanya.

STRATEGI KAPITALISME MODEREN MENGUASAI MALUKU

Sejarah selalu berulang, dimana Maluku selalu menjadi PRIMADONA. Kalau dulu dunia mengincar Maluku karena Cengkeh-Pala dan rempah-rempah lainnya, maka sekarang Maluku menjadi incaran dunia karena memiliki banyak sumber daya alam yang menjanjikan. Ketika sumber Emas dunia menepis, Maluku hadir dengan kandungan EMAS yang luar biasa, ketika dunia dihadapkan dengan kekurangan sumber GAS maka Maluku hadir dengan sumber GAS abadi, Maluku juga memiliki potensi NIKEL, dan BATU-BATUAN yang bernilai tinggi, begitu banyak sumber mineral yang lain yang dimiliki Maluku. Selain itu Maluku kaya dengan potensi laut yang tidak pernah habis.

Jika kita jujur dan cerdas maka kita semua akui bahwa PEPERANGAN disemua belahan dunia saat ini disebabakan persolan INGIN MENGUSAI SUMBER MIGAS dan TAMBANG lainnya. Hal ini sangat mungkin terjadi di Maluku. Upaya untuk menguasai potensi SDA Maluku pasti dilakukan dengan segala cara baik yang etis maupun non-etis. Kita harus sadari bahwa peta penyediaan MIGAS dan tambang lainnya sudah bergeser ke Timur Maluku.

Pada titik ini banyak pihak yang berkepentingan dan berlomba untuk menguasainya melalui politik ekonomi yang dijalankan. Salah satu strategi yang dijalankan melalui REGULASI yaitu UU No. 23 tahun 2014 yang telah dirubah dengan UU No. 9 tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah sekalipun sudah memberikan hak-hak kepada daerah yang berciri kepulauan dan kelautan TETAPI hanya pada lapisan ARI bukan LAPISAN INTI, sedangkan INTI tetap menjadi penguasaan pemerintah pusat. Hal ini perlu direspons oleh Gubernur, Bupati/Walikota dan DPRD, serta para Senator dan anggota DPR RI asal Maluku, karena sangat tidak menguntungkan Maluku. Demikian juga UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan masih banyak Regulasi lain yang kurang berpihak ke Maluku.

Strategi lain yang kadang dijalankan dengan hadirnya investor dalam kegiatan investasi di Maluku tetapi tidak disertai dengan suatu negosiasi yang menguntungkan Maluku. Kehadiran investor di bidang pertambangan hanya MENGEKSPLOITASI tetapi semua tahapan proses yang lain dilakukan di luar Maluku. Ini sangat merugikan Maluku, karena kita tidak memiliki transparansi tentang jumlah output yang di bawha keluar Maluku. Kasus penyeludupan Emas asal Pulau Roma Kabupaten MBD harus menjadi menjadi pelajaran, dan Pemerintah daerah Gubernur dan Bupati sudah harus meninjau ulang semua kontrak kerja yang selama ini ada.

PERLINDUNGAN HAK ADAT RAKYAT MALUKU

Usaha untuk menguasai Maluku dan memarjinalkan Maluku dapat dilakukan dengan POLITIK ASIMILASI TARNSMIGRASI juga dengan legitimasi UU Pertanahan yang dapat MENGABAIKAN HAK ADAT ULAYAT rakyat Maluku. Hari ini di depan mata kita, juga di dekat telinga kita, kita mendengar dan melihat beberapa kasus pengambil alihan tanah-tanah adat masyarakat Maluku dengan cara-cara yang kurang etis dengan berlindung pada legitimasi tertentu. Yang mengherankan saya bahwa justru Pemda setempat ada di balik semua kasus ini, inilah realitas Maluku saat ini.

Untuk melindungi HAK ADAT rakyat Maluku, sudah saatnya pemerintah baik provinsi maupun Kabupaten/Kota melalui DPRD setempat membuat PERATURAN DAERAH yang melindungi hak-hak adat masyarakat. Dalam pengertian bahwa tanah-tanah adat dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan di daerah itu, tetapi harus melalui prosedur yang jelas dan terukur, misalnya tanah adat TIDAK BISA DIJUAL-BELIKAN tetapi dapat disewa atau dengan model konsensi 20 tahunan, sehingga masyarakat juga diuntungkan, disinilah dibutuhkan KEBERNAIAN KEPALA DAERAH di Maluku untuk bersikap dan memperjuangkannya.

Namun terkadang dalam situasi seperti ini banyak PEMAIN yang memotong di tikungan, hal ini sudah tentu akan memberikan ruang bagi PARA KAPITALIS bermain-main di antara kita, sehingga masyarakat yang PRO ADAT akan berhadapan dengan masyarakat yang PRO KAPITALIS. Jika hal ini terjadi maka suatu saat akan terjadi persinggungan-persinggungan kepentingan yang sangat tajam di Maluku. Kembali pada titik ini KEPALA DAERAH harus mampu menjadi TOKOH PEMERSATU semua elemen yang ada di Maluku.

ullis

OLEH: JULIUS R. LATUMAERISSA
Dosen Fakultas Ekonomi Unitomo Surabaya
Bidang Perencanaan Daerah dan Keuangan Daerah

2 thoughts on “Semangat Pattimura dan Strategi Kapitalisme Moderen untuk Kuasai Maluku

  1. Jepang pernah datang di Maluku tapi tidak dilakukan tindakan perlawanan tapi ” seperti di desa kaibobu SBB, Nipon menyuruh masyarakat melakukan dansa Bugil, di P. Babar MBD hampir 1 Kampung dibunuh. Di P. Selaru terdapat lapangan alam Desa Lingat dan desa Werain menjadi basis militer Jepang yang dibom oleh sekutu, 1/2 lebih dari masyarakatnya meninggal kena bom sekutu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s