Bangga Lagu Ambon, Nicky Manuputty Luncurkan Back to My Roots


NICKY MANUPUTTY. Nama ini tentunya sudah sangat dikenal oleh sebagian masyarakat Kota Ambon, khususnya penikmat musik jazz, karena Nicky adalah seorang peniup saxophone beraliran jazz yang 10 tahun terakhir ini banyak malang melintang di pentas musik Indonesia.

Dia sering berkolaborasi dengan sejumlah musisi handal tanah air, seperti Glenn Fredly, Barry Likumahuwa, Tompi hingga Idang Rasjidi. Ia pun sudah menjadi langganan panggung Java Jazz Festival.

Dilahirkan di Vaught, Belanda tahun 1978, putra bungsu pasangan Dicky Manuputty dan Hanna Kiriweno ini mulai mengenal saxophone sejak usia delapan tahun, karena ayahnya juga adalah seorang peniup saxophone.

Untuk mengasah kemampuan bermusiknya, Nicky pun dimasukan ke sebuah sekolah musik di Belanda oleh orang tuanya, dan setelah lima tahun menimba ilmu, ia pindah ke Amsterdam dan mencoba memulai karir sebagai musisi.

Ia pun kerap tampil bersama para Dj ternama di Belanda, dan salah satu penampilan yang paling membanggakan baginya adalah saat tampil di hadapan 100 ribu penonton dalam acara tahunan “Fast Forward Dance Parade” tahun 1998.

Meski dilahirkan dan besar jauh di tanah Belanda, ternyata rasa cintanya kepada tanah leluhurnya Maluku, sangat besar. Hal ini dibuktikan saat ia memutuskan untuk hijrah ke Indonesia tahun 2005 dan mencoba merintis karir di Jakarta. Perjalanan karirnya di Indonesia terbilang cukup mulus, karena ia berhasil berkolaborasi dengan sejumlah musisi handal dari panggung ke panggung bahkan masuk dapur rekaman.

Nicky pun tak ingin hanya berkarir di Jakarta. Karena cintanya kepada Maluku, ia pun ke Ambon dan sempat dua kali tampil pada ajang Ambon Jazz Plus Festival serta sejumlah konser lain yang digelar di Ambon. Namanya pun makin terkenal karena permainan saxophonenya yang selalu membuat histeris dan menghipnotis penonton.

Nicky pun terbilang akrab dengan musisi-musisi legenda asal Maluku seperti Bieng Leiwakabessy. Baginya, Bieng Leiwakabessy adalah seorang inspirator, yang sampai di hari tuanya tetap bermain musik dan tetap memperkenalkan lagu-lagu Ambon atau Maluku.

”Saya pun sangat bangga dengan lagu-lagu Maluku. Meskipun banyak lagu yang sudah cukup lama, tapi bagi saya lagu-lagu tersebut sangat indah,” katanya.

Tahun 2013, Nicky diundang tampil di Sibu-Sibu Cafe. Memainkan sejumlah lagu Ambon dan membuat penonton terlena, saat itu timbul ide dan niat untuk suatu saat dirinya harus bisa mengeluarkan album khusus lagu-lagu Ambon.

”Saya lalu bertukar pikiran dengan beberapa orang agar ide ini bisa dikembangkan. Lalu kami mulai berproses, dan akhirnya dua tahun kemudian yakni tahun 2015, album saya berhasil dirilis dan semua isinya adalah lagu Ambon,” katanya.

Ya, karena kecintaannya kepada lagu Ambon, dan cintanya kepada Maluku, Nicky pun akhirnya meluncurkan album bertitel “Back to My Roots”.

Di dalam album ini, Nicky menunjukan kepiawaiannya meniup saxophone untuk lagu-lagu Ambon seperti Waktu Hujan Sore-Sore, Beta Balayar Jauh, Huhate (feat Opa Bieng Leiwakabessy), Sarinande, Lembe-Lembe, Papaceda, Bulan Pake Payong, Enggo Lari (feat Barry Likumahuwa), Tanase, La Pagi Hari (feat Glenn Fredly) serta Batu Badaong.

”Jadi memang, album ini idenya semua lahir di Ambon, di Sibu-Sibu Cafe dan album Back to My Roots ini juga untuk memperingati kali pertama saya bermain di Ambon sampai bisa membuat album,” ujarnya.

Menurut Nicky, lagu Ambon tidak kalah bagus dengan lagu daerah lain, dan ia ingin lagu-lagu Ambon harus bisa didengar orang banyak orang tidak hanya di Ambon atau Indonesia, tapi harus bisa mendunia.

Nicky berharap, albumnya ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Maluku dimana saja, dan menjadi motivasi untuk tidak melupakan lagu daerah. ”Semoga dengan album ini, kita bisa menjual Maluku ke dunia luar, agar orang lebih kenal Maluku,” tandasnya.

BERTALENTA

Diminta tanggapannya tentang perkembangan musik di Ambon dan Maluku pada umumnya, menurut Nicky sangat luar biasa. Anak-anak Ambon, katanya, sangat bertalenta dan tidak kalah dengan anak-anak di Jakarta.

”Hanya saja, anak-anak di Ambon masih kurang ruang untuk lebih mengembangkan kreatifitas, dan mereka belum punya platform,”ujarnya.

Untuk itu, kata Nicky, dirinya sedang menjalin kerja sama dengan Less Moluccans Cafe serta Sibu-Sibu Cafe di Ambon untuk bisa memberikan ruang yang lebih kepada anak-anak muda Ambon dalam bermusik.

Selain itu, ada juga program yang akan dibuatnya, bekerja sama dengan beberapa musisi dari Jakarta, yakni membuat master class yang bisa menjadi wadah sharing atau tukar pikiran antara sesama musisi agar musisi asal Ambon bisa lebih maju dan bisa menjadi musisi kelas dunia.

Nicky bahkan tak segan membagi ilmu jika ada yang ingin berdiskusi tentang musik dengan dirinya. ”Kalau ada yang tertarik berdiskusi, bisa hubungi saya di alamat saxxatack@gmail.com,” demikian Nicky Manuputty. (febby kaihatu)

2 thoughts on “Bangga Lagu Ambon, Nicky Manuputty Luncurkan Back to My Roots

  1. alamat emailnya gak bisa admin..?? :

    elivery to the following recipient failed permanently:

    saxxatack@gmail.com

    Technical details of permanent failure:
    Google tried to deliver your message, but it was rejected by the server for the recipient domain gmail.com by gmail-smtp-in.l.google.com. [2607:f8b0:4002:c08::1a].

    The error that the other server returned was:
    550-5.1.1 The email account that you tried to reach does not exist. Please try
    550-5.1.1 double-checking the recipient’s email address for typos or
    550-5.1.1 unnecessary spaces. Learn more at
    550 5.1.1 https://support.google.com/mail/answer/6596 o6si5513638ywc.97 – gsmtp

    —– Original message —–

    DKIM-Signature: v=1; a=rsa-sha256; c=relaxed/relaxed;
    d=gmail.com; s=20120113;
    h=mime-version:in-reply-to:references:from:date:message-id:subject:to;
    bh=0VYVpodPBwQwJAAYsQDl+8Qd9r7AGh6rzVLrAUBe2jU=;
    b=YETK7K9oVVVs1efElgyLEFyPCZ2pUCbbo0qZMZqaTbg1ITnfrYw92HaGLcpsr+GID1
    eAnkUoFjy8KS80MgC3F+cAljLNVrU2BeBmZvj8AgsXp+L3WqF630F7x7vyYTcRAN5pCr
    K1g662MZ9w4KV6tOHLWUj9M1WhqFDxQMtmymFzycE0kr0qAT+iL8GsJuBu5W0Q0nuc1m
    i4+TokydnI3IbSRExHTDKeW6BG+6jmOCSJzqsPQCFrvd0LaGMJQchIjHIljnJ50nHK+C
    nExHr/CfOwLptsVQKoqWbRkRq5ZfxBzariszF8giskuIkTWhksyWuCXIytTjnzG8DHfu
    bqCA==
    X-Google-DKIM-Signature: v=1; a=rsa-sha256; c=relaxed/relaxed;
    d=1e100.net; s=20130820;
    h=x-gm-message-state:mime-version:in-reply-to:references:from:date
    :message-id:subject:to;
    bh=0VYVpodPBwQwJAAYsQDl+8Qd9r7AGh6rzVLrAUBe2jU=;
    b=B9RAdNWYq5QF5hHNDoWFHj8NttAzTibgc7kG0rlHjXnsGlkeuDKSqj8x7AQXD+JKvC
    s+gWQRPvEQJfqv7+emabcCLRAMeTKeLMFX48f36ExSc7eYwGcyL6atn9GBYFVfha/+lJ
    8oTAaW0fjuZBfqBLiYY+7itfCuVe1E2ynqhfFcRbfm0fzrEFb9Vt2vi36HezYGz/pKv9
    C5aRA56V7LkD0UeeGYsXKcm/xojJNgZ1onEkAtCkExAwX8x2zzEXUF9dyuUTYD5tjYbR
    vkcYnssVd5QHI80Z8MuvNtqv3Vw6R6m3xQu/kLE1vDz3xRhEVa1u/8SyPya4BHpsSGn/
    YmRQ==
    X-Gm-Message-State: AEkooutenjSTtUooPY2a94R9bBefDt9z4lDIFo+xFaP9VG6Tt7ODW8ruigtbFN4e0Z9lOQ2Isd4YdvvqBpEwQQ==
    X-Received: by 10.37.209.73 with SMTP id i70mr3976099ybg.114.1469853565459;
    Fri, 29 Jul 2016 21:39:25 -0700 (PDT)
    MIME-Version: 1.0
    Received: by 10.37.7.134 with HTTP; Fri, 29 Jul 2016 21:39:25 -0700 (PDT)
    In-Reply-To:
    References:
    From: franky heumasse
    Date: Sat, 30 Jul 2016 13:39:25 +0900
    Message-ID:
    Subject: Fwd: Back to My Roots
    To: saxxatack@gmail.com
    Content-Type: multipart/alternative; boundary=94eb2c06b332a4232d0538d2f373

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s