Ketika Para Pemusik Merayakan Hari Pattimura ke-199 di Sibu-Sibu Cafe


satumaluku.com- Sibu-Sibu Cafe memeriahkan peringatan Hari Pattimura di Kota Ambon dengan menggelar Estafet Seni dan Budaya menampilkan musisi-musisi legendaris Maluku yang masih eksis berkarya hingga saat ini, Sabtu (14/5/2016). 

Acara  yang disponsori oleh Bank Maluku-Malut, PD Panca Karya, Bir Bintang serta Surya tersebut dimeriahkan penampilan maestro Bieng Leiwakabessy, Josh Sahetapy serta Moses Tomasoa dan dimeriahkan pula dengan penampilan istimewa salah seorang musisi berdarah Maluku yang terkenal dengan permainan saxophone, Nicky Manuputty bersama bandnya, Nicky Manuputty and The Clouds.

Sejak pukul 19.00 WIT, Sibu-Sibu Cafe tampak mulai dipadati pengunjung yang ingin menikmati sajian lagu-lagu Ambon dari para musisi legenda, dan tentunya penampilan Nicky Manuputty. Sebelum para musisi beraksi, sejenak dilakukan ritual obor Pattimura, untuk mengenang perjuangan sang Pahlawan demi membela dan mempertahankan negeri ini dari tangan penjajah.

Sebagai musisi tertua yang masih tetap eksis, Bieng Leiwakabessy mendapatkan kehormatan untuk menyerahkan obor Pattimura kepada Nicky Manuputty yang menjadi simbol generasi muda Maluku, penerus perjuangan Pattimura.

Estafet Seni dan Budaya kemudian dibuka dengan penampilan Bieng Leiwakabessy, yang masih tampak lincah memainkan jari-jarinya di atas alat musik hawaian. Berkolaborasi dengan anak lelakinya, legenda berusia 93 tahun ini mendapat sambutan meriah dan decakan kagum para pengunjung Sibu-Sibu. Kemudian, berturut-turut tampil musisi legendaris lainnya seperti Josh Sahetapy dan Moses Tomasoa.

Tidak hanya tampil bernyanyi, mereka juga berbagi cerita tentang perjalanan karir bermusik sejak usia muda, dan berharap para musisi muda Maluku saat ini juga bisa terus termotivasi untuk mengembangkan bakat mereka, dengan menggelorakan semangat Pattimura yang pantang menyerah. Para pengunjung Sibu-Sibu malam itu tidak hanya dihibur dengan penampilan para musisi, tapi juga dimanjakan dengan berbagai permainan dan hadiah dari para sponsor. Para pengunjung juga turut diminta memberikan tanggapan serta harapan mereka terkait Hari Pattimura ke-199.

HIPNOTIS PENGUNJUNG

Salah satu penampilan yang paling ditunggu malam itu adalah permainan saxophone dari Nicky Manuputty. Bersama bandnya, Nicky Manuputty and The Clouds, lelaki berdarah Maluku kelahiran Belanda ini benar-benar memperlihatkan kepiwaiannya meniup saxophone.

Tak kurang dari 10 lagu Ambon yang sebagian besar diambil dari album terbarunya Back to My Roots, seperti Bulan Pake Payong, Lembe-Lembe, Papaceda dan lainnya, tiupan saxophone Nicky benar-benar berhasil menghipnotis para pengunjung. Bahkan, masyarakat yang kebetulan melintas di depan Sibu-Sibu Cafe pun ikut tersentak saat mendengar permainan saxophone Nicky.

Tak menghitung menit, sebagian ruas jalan depan Sibu-Sibu Cafe sudah padat. Para pejalan kaki, pengendara kendaraan, semuanya berhenti sejenak ingin ikut menikmati persembahan Nicky Manuputty and The Clouds. Untung saja, para petugas dari Dinas Perhubungan Kota Ambon tetap sigap menjaga kelancaran arus lalu lintas, sehingga tidak sampai menimbulkan kemacetan.

Para penonton dengan histeria mereka bahkan tampak belum puas, saat Nicky memainkan lagu terakhirnya, dan segan beranjak dari Sibu-Sibu. Mereka terus duduk sambil menikmati sajian makanan dan minuman khas Sibu-Sibu serta persembahan lagu-lagu dari grup band Sibu-Sibu.

Kepada satumaluku.com usai tampil, Nicky Manuputty mengaku sangat bangga, karena bisa tampil khusus untuk memperingati Hari Pattimura di Kota Ambon. Terlebih lagi dirinya dipercayakan untuk menerima obor Pattimura dari musisi legendaris Maluku, Bieng Leiwakabessy.

”Saya diberikan obor oleh Opa Bieng Leiwakabessy, dimana menurut saya, Opa Bieng adalah musisi tertua di Maluku yang masih hidup dan masih bermain musik sampai sekarang. Saya sangat bangga, karena saya menjadi penerus perjuangan Pattimura, dimana saya bisa ikut membangkitkan semangat anak-anak muda Maluku untuk terus berjuang di bidangnya masing-masing, khususnya di bidang musik seperti saya,” kata Nicky.

Menurut Nicky, sebagai anak muda Maluku, dirinya punya tanggungjawab untuk bagaimana bisa belajar dan memotivasi sesama anak muda Maluku, untuk terus menggelorakan semangat Pattimura dalam diri mereka.
”Saya sangat senang dan bangga kalau anak-anak Maluku bisa maju,” tandasnya.

TERUS BERKOBAR

Sementara itu, ditemui terpisah, June Manuhuttu sang pemilik Sibu-Sibu Cafe yang menjadi pencetus ide gelaran Estafet Seni dan Budaya dalam rangka memperingati Hari Pattimura ke-199 berharap, melalui even ini semangat Pattimura akan terus berkobar di dalam diri anak Maluku.

Menurutnya, dengan gelaran ini, ia ingin mengajak anak-anak Maluku khususnya yang memilik talenta bermusik bisa belajar dari semangat musisi senior seperti Bieng Leiwakabessy yang tetap bermusik meski usianya sudah 93 tahun. Juga, belajari dari Nicky Manuputty, seorang musisi muda yang walaupun lahir dan besar di Belanda, tapi semangat dan kecintaannya kepada Maluku tak pernah mati.

”Ini adalah semangat-semangat Pattimura yang patut menjadi teladan bagi anak-anak muda kita saat ini,” tandasnya.

Tidak hanya ingin menggelorakan semangat Pattimura, June juga berharap dengan even ini, kecintaan kepada lagu-lagu Ambon dan Maluku umumnya bisa terus dipupuk sehingga tidak tenggelam diantara hadirnya lagu-lagu pop. (febby kaihatu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s