Gugatan Praperadilan Dirut Bank Maluku Ditolak Pengadilan


Ambon- Permohonan praperadilan Direktur Utama PT, Bank Maluku-Malut, Idris Rolobessy terhadap Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Semuel Maringka ditolak seluruhnya oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon Christina Tetelepta.

“Penetapan status tersangka terhadap pemohon oleh pihak termohon berdasarkan surat Kajati Maluku nomor B417/s.1/SB.1/03/2016 tanggal 29 Maret 2016 adalah sah,” kata Christina di Ambon, Selasa.

Pemohon melalui lewat tim penasihat hukum Munir Kairoti, Fachri Bahmid, Hasan Slamet dan Solaeman Opir mempermasalahkan penetapan Idrid Rolobessy sebagai tersangka tanpa didukung alat bukti permulaan yang cukup serta penyitaan Rp262 juta di kantor PT. BM-Malut oleh termohon.

Idris adalah mantan direktur umum BUMD milik Pemprov Maluku yang ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Divisi Korsek dan Renstra PT. BM-Malut berdasarkan surat Kajati Maluku nomor B417/s.1/SB.1/03/2016 tanggal 29 Maret 2016.

Penyitaan yang dilakukan termohon atas dana sebesar Rp262 juta di Kantor PT. BM-Malut tempat pemohon bekerja juga adalah sah karena itu adalah dana lebih dari pembayaran pajak untuk pembelian lahan dan gedung kantor cabang di Surabaya (Jatim).

Karena uang yang disita pemohon dan digugat pemohon dalam materi gugatan praperadilannya berhugungan langsung dengan perbuatan pidana sehingga hakim tunggal PN Ambon menyatakan tindakan termohon melakukan penyitaan adalah sah.

Menurut hakim tunggal, termohon juga telah berhasil membuktikan dalil-dalil gugatannya mulai dari proses penyelidikan pada 2014, pemeriksaan saksi, hingga penyitaan barang bukti baru masuk ke tahap penetapan tersangka, sedangkan pemohon tidak bisa membuktikan dalil gugatannya.

Oleh karenanya permohonan pemohon sepanjang berhubungan dengan dalil ditetapkannya sebagai tersangka oleh pemohon, karena akibat yang ditimbulkan akibat penetapan pemohon sebagai tersangka sehingga dalil pemohon ditolak seluruhnya.

Mengingat pasal 77 UU nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP, juncto pasal 1 angka 10 UU tersebut tentang praperadilan dan putusan Mahkmah Konstitusi nomor 21/PUU-XII.2014 tanggal 25 April 2015 yang telah memperluas kewenangan mengajukan objek praperadilan ke pengadilan yang meliputi pengajuan tentang sah tidaknya penetapan tersangka, penangkapan, serta penahanan.

Selain memutuskan menolak permohonan praperadilan Idris Rolobessy seluruhnya, hakim tunggal PN Ambon juga menyatakan pemohon membayar beban perkara sebesar Rp750.000.

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku pada 29 Maret 2016 lalu menetapkan Idris Rolobessy sebagai tersangka dugaan korupsi kasus pengadaan lahan dan gedung kantor PT Bank Maluku Cabang Surabaya. Selain Idris, Kejati Maluku juga menetapkan Kepala Divisi Renstra dan Korsek Bank Maluku-Maluku Utara, Pedro Tentua sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, maka kami berkesimpulan bahwa keduanya bertanggung jawab dalam masalah ini, yakni IR dan PT,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku, Viktor Saut Tampuboplon kepada sejumlah wartawan di Ambon, Selasa petang (29/3/2016). (baca: Negara Rugi Miliaran Rupiah, Dirut Bank Maluku Jadi Tersangka Korupsi)

Adapun proyek dan pengadaan lahan dan gedung kantor Bank Maluku Cabang Surabaya yang disidik kejaksaan diduga di-mark up nilainya menjadi Rp54 miliar. Dalam penanganan kasus itu, Kejati Maluku juga menyita uang tunai senilai Rp 265 juta.

Pada pengadilan sebelumnya, permohonan praperadilan yang dilakukan Pedro Tentua terhadap Kejaksaan Tinggi Maluku, juga telah ditolak hakim Pengadilan Negeri Ambon, pada 10 Mei 2016 lalu. (baca: Permohonan Praperadilan Pedro Tentua Ditolak, Pihak Rolobessy Yakin Menang)

“Termohon juga telah berhasil membuktikan tanggapannya, sedangkan pihak pemohon tidak berhasil membuktikan dalil permohonan mereka sehingga permohonan pemohon sepanjang dalil ditetapkan dirinya sebagai tersangka ditolak seluruhnya,” kata hakim tunggal PN setempat, Mathius di Ambon, saat itu. (ant/*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s