21 Pelabuhan di Maluku – Malut Perkuat Tol Laut


Ambon- Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan, A. Tony Budiono, menegaskan peresmian dan pengoperasian 21 pelabuhan laut di provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut) memperkuat program Tol laut yang dilaksanakan pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“21 pelabuhan yang diresmikan pengoperasiannya merupakan bagian dari pengembangan Tol Laut, terutama di Indonesia Timur,” kata Tony saat meresmikan 21 proyek infrastruktur perhubungan tersebut dipusatkan di pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Senin.

Menurutnya, pengembangan sarana prasarana perhubungan di Maluku dan Malut, merupakan bagian dari program Nawacita Presiden Joko Widodo yakni memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia.

“Fokus utama pemerintah saat ini yakni membangun sarana dan prasarana perhubungan di daerah Tertinggal, Terpencil dan Terdepan (3T), terutama di kawasan Timur yang selama ini tertinggal jauh dari kawasan Barat, padahal potensinya sangat besar,” katanya.

Dia mengakui, 21 sarana pelabuhan yang diresmikan tersebut merupakan bukti bahwa negara hadir untuk melindungi segenap bangsa dan memperteguh kebhinekaan, terutama di Maluku sekaligus diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat di seluruh daerah.

Pengoperasian 21 pelabuhan pengumpan lokal tersebut juga diharapkan dapat menekan disparitas harga antardaerah di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan tercapainya konektivitas daerah-daerah terpencil, terdalam dan terisolir di wilayah kawasan Timur Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi dapat berkembang serta mampu menjamin tumbuhnya pusat-pusat perdagangan dan industri baru yang memacu pemerataan sosial secara menyeluruh,” ujar Tonny.

Sekda Maluku, Hamin Bin Tahir menyambut gembira pengoperasian 21 pelabuhan tersebut, mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan sehubungan kondisi geografis Maluku dengan 90 persen wilayahnya merupakan laut.

“Tantangan pembangunan di Maluku jauh lebih sulit dibanding daerah dengan geografis kontinental, terutama dibutuhkan alokasi anggaran besar untuk membangun infrastruktur perhubungan,” katanya.

Menurutnya, gagasan Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia sangat tepat dengan kondisi geografis Maluku sebagai salah satu provinsi berciri kepulauan,

“Program pembangunan yang dimulai dari daerah pinggiran sangatlah tepat untuk mengatasi disparitas antarwilayah, memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan industri baru di wilayah Timur,” katanya.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Sugeng Wibowo mengatakan 21 pelabuhan di Maluku dan Malut yang diresmikan operasionalnya dibangun pada tahun 2010 – 2015 menggunakan dana APBN dengan total Rp757 miliar.

Puluhan pelabuhan tersebut merupakan bagian dari percepatan dan perampungan pembangunan 91 pelabuhan yang tersebar pada 17 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 80 lokasi pelabuhan dibangun di wilayah Indonesia Timur sisanya 11 pelabuhan di wilayah Indonesia Barat.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan ini mengacu sistem pembangunan transportasi yang berorientasi pembangunan secara nasional, lokal dan kewilayahan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan transportasi laut.

“Ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah-wilayah Timur yang cenderung masih tertinggal dibanding wilayah barat,” katanya.

Dia menambahkan, sebanyak 55 dari 91 infrastruktur pelabuhan tersebut telah diresmikan dalam kurun waktu April hingga Juni 2016, termasuk 21 pelabuhan di Maluku dan Malut.

Delapan dari 21 pelabuhan berada di Maluku, satu diantaranya di Kota Ambon, dua di kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) serta lima lainnya di Maluku Barat Daya (MBD), sedangkan Malut tercatat sebanyak 13 pelabuhan.

Delapan pelabuhan di Maluku yakni pelabuhan Batu Merah, Pelabuhan Upisera, Pelabuhan Lirang, Pelabuhan Seira, Pelabuhan Marsela, Pelabuhan Wolu, Pelabuhan Adault dan Pelabuhan Damar.

Sedangkan 13 pelabuhan di Malut yakni pelabuhan Babang, pelabuhan Pigaraja, pelabuhan Saketa, pelabuhan Pasipalele, pelabuhan Wayauwa, pelabuhan Pelita, pelabuhan Busua, pelabuhan Gita, pelabuhan Kedi, pelabuhan Subaim, pelabuhan Buli, pelabuhan Manitingting dan pelabuhan Falabisahaya. (antara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s