28 Wartawan di Maluku Ikut Uji Kompetensi


Ambon- Sebanyak 28 wartawan dari beberapa daerah di provinsi Maluku mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat berlangsung 30-31 Mei 2016.

Ketua PWI Cabang Maluku, Fredom Toumahuw, saat pembukaan UKW di Ambon, Senin, mengatakan, kegiatan uji kompetensi bagi insan pers di Maluku tercatat baru kedua kalinya digelar.

“Kami menyadari keterbatasan alokasi anggaran operasional organisasi, sehingga baru bisa menyelenggarakan UKW untuk kedua kalinya, padahal kegiatan ini sangat penting untuk mengukur kualitas para wartawan di Maluku,” katanya.

Uji kompetensi tersebut diikuti sembilan wartawan dari kota Ambon, enam orang dari kabupaten Buru, Buru selatan (tiga orang) serta Maluku Tenggara Barat dan Kepulauan Aru masing-masing lima orang.

“Para wartawan akan diuji dengan beberapa standar kompetensi dan pengetahuan oleh empat orang anggota penguji yang didatangkan dari PWI Pusat,” katanya.

Dia berharap, uji kompetensi tersebut akan menjadi batu loncatan untuk mengangkat perkembangan dunia pers di Maluku di masa mendatang.

“Kami juga telah memprogramkan pelaksanaan UKW di tahun-tahun mendatang. Semakin banyak wartawan yang lulus kompetensi akan berdampak besar terhadap kemajuan dan perkembangan dunia pers di Maluku, termasuk menciptakan kualitas wartawan profesional dalam menyajikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutan tertulis dibacakan Assisten Bidang Pemerintahan Setda Maluku, Lutfi Rumbia mengapresiasi penyelenggaraan UKW digelar PWI setempat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya kalangan wartawan di daerah ini.

“Perlu diakui bahwa kalangan wartawan di daerah ini memegang peranan penting sebagai jembatan informasi terhadap berbagai program pembangunan dilaksanakan pemprov maupun 11 kabupaten/kota di Maluku,” katanya.

Menurut Said, era globalisasi dan persaingan bebas saat ini memaksakan kalangan pers di Maluku untuk meningkatkan kualitas diri, salah satunya melalui uji kompetensi sehingga tampil sebagai wartawan profesional serta mampu menjawab tuntutan jaman.

Kendati demikian, Gubernur Said mengaku, pada era kebebasan pers saat ini masih ada wartawan di Maluku yang belum mampu menerapkan amanat kode etik jurnalistik (KEJ) dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya.

“Saya harus mengakui bahwa masih banyak wartawan yang membuat berita tanpa `cover both side` dan cenderung memojokkan pejabat atau kalangan tertentu, tanpa ada konfirmasi serta hak jawab,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya terus membangun kerja sama dengan kalangan wartawan yang tergabung dalam berbagai organisasi pers di Maluku, termasuk membantu realisasi program kerja yang diamanatkan, karena disadari peran insan pers sangat besar untuk turut mendorong kemajuan pembangunan.

Pemprov Maluku, tambah Gubernur membangun kerja sama dengan PWI Maluku untuk menyelenggarakan beberapa agenda nasional di tahun mendatang, diantaranya menyukseskan penyelenggaraan Hari Pers Nasional yang telah diputuskan PWI Pusat dilaksanakan di Kota Ambon, Februari 2017. (ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s