Dua Kali Dipanggil Polisi, Keberadaan Vanath Tak Jelas, Pengacara Kebingungan


satumaluku.com- Keberadaan mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath saat ini tidak jelas. Dua kali surat pemanggilan dari penyidik Polda Maluku hanya nyangkut di pengacara Vanath, Fahri Bachmid.

Sang pengacara sendiri mengaku tidak bisa berkomunikasi dengan Vanath. Akibatnya, mantan orang nomor satu di SBT itu terancam masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Maluku.

Pemanggilan polisi ini terkait dengan penetapan BAP Vanath yang oleh pihak kejaksaan sudah dinyatakan lengkap (P21). Awalnya, penyerahan dari penyidik Polda Maluku ke pihak kejaksaan akan dilakukan pada 31 Mei lalu. Tetapi Vanath tak kunjung datang.

Dikutip dari Rakyat Maluku, Kuasa Hukum Vanath, Fahri Bachmid mengakui pihaknya telah menerima surat panggilan dari Ditreskrimsus Polda Maluku sebanyak dua kali yang ditujukan kepada Vanath. Namun pihaknya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Vanath, guna menyerahkan surat tersebut.

“Nomor telepon Vanath yang ada pada kami juga tidak aktif,” ujar Fahri.

Fahri juga mengaku tidak enak dengan pihak Ditreskrimsus Polda Maluku yang telah beberapa kali mendatangi kantornya untuk mempertanyakan soal keberadaan Abdullah Vanath, tapi pihaknya juga sulit berkomunikasi dengan Vanatah, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

“Saya benar-benar tidak tahu apakah Vanath berada di SBT, Jakarta, atau dimana. Karena nomor telp yang bersangkutan tidak lagi aktif. Saya juga telah berusaha menyampaikan perihal ini kepada istrinya Vanath yang saat ini menjadi anggota DPR RI, tapi juga tidak memperoleh kepastian lanjutan,” tandas Fahri.

Harusnya, kata Fahri, jika dirinya bisa berkomunikasi dengan Vanath dia akan mengimbau agar Vanath segera memenuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Maluku dan nantinya kasus ini diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk selenjutnya segera disidangkan. Apalagi kasus ini juga sudah cukup lama.

Diberitakan sebelumnya, mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath akan segera menjalani sidang kasus korupsi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pihak Kejaksaan Tinggi Maluku memastikan berkas acara pemeriksaan (BAP) dan dakwaan Abdullah Vanath sudah lengkap dan tinggal menunggu proses penyerahan dari penyidik Polda Maluku.

“Berkas perkara AV sudah lengkap atau P21. Penuntut Umum saat ini tinggal menunggu proses tahap dua yakni penyerahan tersangka oleh penyidik Polda Maluku,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette, kepada wartawan, Rabu (11/5/2016) di Ambon.

Diketahui, Abdullah Vanath dijerat pidana, karena diduga merugikan negara senilai lebih dari Rp600 juta. Berdasarkan temuan BPK, selama menjabat sebagai bupati, Vanath menikmati bunga deposito Pemkab SBT tahun 2006 – 2008. Modusnya, memindahkan deposito milik Pemkab SBT senilai Rp 2,5 miliar ke rekening pribadinya.

Selain itu, ia juga menarik bunga 1 persen dari setiap uang milik Pemkab SBT yang disimpan di Bank Mandiri Cabang Pantai Mardika Ambon. Vanath juga membuka Giro Non Customer (GNC) di Bank Mandiri Cabang Pantai Mardika. Melalui kebijakan pihak bank ini Vanath bisa menarik tunai bunga hasil kejahatannya.

Pada tingkat penyidikan di kepolisian, Abdullah Vanath ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut pada bulan November 2014. Saat itu penydik telah memeriksa memeriksa 25 saksi dan mengamankan sejumlah dokumen terkait kasus tersebut.

Yang menarik, pengalihan uang kas daerah ke rekening tersangka dilakukan hanya bermodalkan surat persetujuan perubahan nama pemilik rekening dari Ketua DPRD SBT Jamaludin Arey.

Vanath sendiri telah mengembalikan Rp 500 juta dari total nilai kerugian negara Rp 600 juta dalam kasus korupsi deposito Pemkab SBT tahun 2006-2008. Tetapi langkah Vanath tak bisa menghentikan kasusnya. Sebab pengembalian kerugian negara dilakukan saat kasus yang melilitnya sudah masuk tahap penyidikan. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s