Laris Manis Bursa Kue Ramadan di Batumerah


LANTUNAN ayat suci Alquran dari Masjid Raya An Nur, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Ambon, sore tadi mengalun syahdu, menjelang Sholat Magrib. Semburat senja menjadi penghias yang manis. Meski begitu, suasana sore kemarin di kawasan yang terkenal sebagai kampung kuliner di Kota Ambon ini sedikit berbeda dari hari biasanya.

Ya, suasana itu yang hanya tersaji sekali dalam setahun, sepanjang bulan suci Ramadan. Puluhan lapak dadakan hadir memenuhi sepanjang sisi jalan dari depan terminal angkutan kota Batumerah, sampai ke ujung jalan dekat Masjid Raya An Nur. Deretan lapak itu oleh warga setempat dikenal dengan sebutan “bursa kue Ramadan”.

Hampir seluruh warga Kota Ambon dari berbagai kawasan, tumpah di ruas jalan yang mulai ramai sejak pukul 16.00 WIT itu. Bahkan bukan hanya warga Muslim yang datang berbelanja kue buka puasa di sini. Warga non Muslim pun, ikut berburu kue kegemaran mereka. Sebut saja ada warga dari kawasan Kudamati yang merupakan kawasan dengan warga mayoritas Kristen. Malah tidak hanya yang berdiam di dalam kota, dari luar kota juga ada. Misalnya warga dari daerah Passo dan Wayame.

“Saya ke sini cari kue cara dan asida. Kebetulan kami di rumah menggemari kue ini. Dan kuenya jarang dijumpai di waktu-waktu lain, selain bulan puasa,” ujar Agus, warga asal kawasan Kudamati. Beberapa jenis kue lainnya yang menjadi kegemaran warga pada bursa kue ramadhan ini, yaitu kue Madona, Hercules dan Yahudi.

“Rencana mau cari gogos dan nagasari. Sayang tadi kami datang sudah telat, jadinya cuma beli sisa-sisa kue yang ada,” tutur Juleha, warga kawasan Kapaha, yang terlihat agak kecewa.

Menurut Juleha, tadinya dia pikir masih hari pertama, jadi belum banyak warga yang datang berburu kue buka puasa di lokasi tersebut. Karena itu dia dan suami memilih datang agak sore. Dia tidak menyangka justru di hari pertama ini kue-kue yang dijajakan di lapak-lapak yang ada, sudah laris manis sejak pukul 17.00. Perempuan tersebut terpaksa membeli beberapa jenis penganan lainnya, yang juga khas menjadi hidangan berbuka puasa, seperti kolak pisang dan namu-namu.

Kepada Satu Maluku, Ipa salah satu pedagang kue pada bursa kue tersebut katakana, selain sejumlah kue dan penganan tadi, para pedagang juga menjajakan cendol, bubur kampiun, talam sagu, gogos, lemper, bungkus cang, namu-namu, crekers, nasi pulut, wajik jagung, lapis coklat dan sejumlah kue lainnya. Aneka kue tersebut dijual dari harga mulai dari @Rp.1.500 sampai Rp.5.000, dengan jam buka mulai pukul 15.00 WIT sampai pukul 18.00 WIT.

Ipa tidak ingat persis sejak kapan bursa kue ini ada, yang sudah sekitar puluhan tahun, bursa kue Ramadhan di Batumerah ini hadir menyediakan kebutuhan berbuka puasa. Dan karena dimaksudkan untuk menjual menu buka puasa, begitu azan Magrib berkumandang di Masjid Raya An Nur, bursa kue pun tutup. (emsal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s