Nusa Telu Assilulu, Destinasi Wisata Bahari yang Belum Disentuh


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Panjang pantainya mencapai 95.181 km yang memanjang di 17.504 pulau (KKP, 2011). Tidak heran jika negara ini ditinggali 950 spesies terumbu karang, 8.500 spesies ikan tropis, 555 spesies rumput laut, dan 18 spesies padang lamun.

Keanekaragaman hayati laut Indonesia menyimpan potensi pariwisata yang menjanjikan lumbung devisa negara. Data BPS pada tahun 2014 mencatat sekitar 9,1 milliar dollar AS devisa negara bersumber dari wisata bahari. Jumlah ini naik 5,81 persen dibandingkan tahun 2013, Apa saja yang harus dipersiapkan guna memenuhi target pemasukan devisa pariwisata bahari Indonesia yang mencapai 50 persen dalam 10 tahun kedepan.

Kabupaten Maluku tengah merupakan sebuah wilayah dengan luas 275.907 Km2 yang terdiri dari luas laut 264.311,43 Km2 dan luas daratan 11.595,57 Km2, dimana luas lautan lebih dominan dari pada daratan dimana ada beberapa pulau besar dan pulau – pulau kecil.

Sayangnya sampai saat ini beberapa potensi wisata bahari di kabupaten Maluku tengah belum dikelola oleh pemerintah maupun swasta secara merata, padahal banyak sekali potensi yang perlu untuk di kelolah yang berpedoman pada kebijakan daerah contohnya Rencana Induk Pariwisata Derah ( RIPPDA ).

Salah satu potensi wisata bahari yang belum dikelola di Maluku tengah kecamatan Leihitu Desa Assilulu adalah NUSA TELU ASSILULU, tiga Pulau Kecil yang dimana mempunyai banyak potensi alam laut dimana bisa di jadikan beberapa destinasi wisata oleh pemerintah maupun swasta. Keanekaragam hayati dan biota laut, serta pasir putih yang indah dan masih banyak objek lainnya.

Faktor yang mempengaruhi terhambatnya pengelohan Wisata Bahari Nusa Telu Assilulu diantaranya adalah media promosi dan pengelohan secara kolaboratif Jika semua faktor tersebut dapat berjalan seimbang dan berdampingan. Bukan hal yang mustahil untuk menjadikan wisata bahari sebagai salah satu sumber utama penyumbang PAD sekaligus sumber kesejahteraan rakyatnya.

Sebagai salah satu upaya mempromosikan wisata bahari tersebut, maka kami LSM PLANNING MALUKU, melaksanakan Kampanye Budaya dan wisata bahari.

penulis asilulu

oleh : Rahmat Ely, S.Hut

Bendahara LSM PLANNING MALUKU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s