Masjid An Nur Batu Merah, Tempat Buya Hamka Pernah Mengaji


JIKA kita baru tiba di Kota Ambon, setelah menyeberangi teluknya dengan melintasi Jembatan Merah Putih, kita akan tiba di kawasan yang posisinya agak tinggi. Inilah kawasan Batu Merah, yang merupakan negeri (desa) dengan pemeluk agama Islam terbesar di Kota Ambon. Menuju pusat kota, melewati dataran Batu Merah yang agak tinggi, kita akan disuguhi view Kota Ambon yang manis.

Jika kita datang di bulan Ramadan ini, dan melintas di situ sekitar pukul 16.00 sampai jelang Magrib, maka jangan kaget bertemu macet pada ruas jalan yang ada. Sebab di jam-jam tersebut, warga dari berbagai sudut Kota Ambon sedang memadati Batu Merah untuk berburu kue buka puasa. Bursa Kue Ramadan di kampung kuliner ini, memang digemari warga Kota Ambon. Bukan saja yang Muslim, warga non Muslim pun ikut berburu kue di sini.

Persis di posisi jalan menurun di Batu Merah ini, pada sisi kanannya, akan kita jumpai Masjid Agung An Nur. Konon di masjid ini almarhum “Buya Hamka”, salah seorang ulama Nasional dan terkemuka di tanah air, yang kemudian menjadi Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) pertama, dan “Bey Arifin” seorang ulama kondang yang sangat disegani di wilayah Jawa Timur, pernah belajar bersama-sama dengan ulama-ulama di Masjid Batu Merah pada masa kebangkitan nasional.

Kapan perstiwanya terjadi, menurut Direktori masjid Bersejarah Departemen Agama RI, sekitar tahun 1924, ketika bangunan masjid dipugar kembali di bawah pemerintahan Raja Abdul Wahid Nurlette (ulama terkenal pada zamannya) dengan tidak menghilangkan bentuk aslinya.

Masjid Agung An Nur Batu Merah sendiri, didirikan pada tahun 1575 Masehi oleh Ibrahim Safari Hatala. Luas masjid pertamakali ialah 10 x 15 Meter dengan arsitektur yang sederhana dan kubah yang berbentuk kerucut dengan atap terbuat dari daun rumbia dengan lantai pasir putih.

Tahun 1605 Masehi bangunan masjid di pugar menjadi bangunan permanen oleh Hasan Hatala dengan gelar Hatti Raja Hatala. Pemugaran kedua pada tahun 1805 M oleh raja Abdurrahman Hatala.

Setelah pemugaran di tahun 1924, tahun 1973-1974 dilakukan pemugaran kembali oleh raja Ahmad Nurlette. Barulah pada tahun 1988 pemugaran dilakukan dengan mengganti dan memperindah tembok yang mengelilingi masjid dengan pilar-pilar semen kecil. Halaman masjid saat ini, langsung berbatasan dengan badan jalan raya, dan tidak memiliki area parkir untuk kendaraan roda empat.

Salah satu keunikan masjid ini, saat pembangunan atau perbaikannya, tidak hanya warga Batu Merah yang Muslim saja yang turun tangan. Warga Kristen dari Negeri Passo dan Negeri Ema juga ikut berpartisipasi dalam perbaikan masjid kebanggaan warga Batumerah ini. Kenapa bisa begitu? Ini dimungkinkan lantaran tiga negeri di Kota Ambon tersebut, yakni Negeri Batumerah (Muslim) dan Negeri Ema (Kristen) di Kecamatan Sirimau, serta Negeri Passo (Kristen) di Kecamatan Baguala, memiliki pertalian hubungan persaudaraan yang dikenal dengan sebutan Pela Gandong.

Negeri Batu Merah diikat oleh sumpah sebagai saudara Pela (saudara pela adalah kerabat adat) “Minum Darah” Negeri Passo, dan diikat tali sedarah/kandung sebagai saudara gandong (saudara gandong adalah kerabat kandung) Negeri Ema.

Menurut cerita warga setempat, hubungan pela antara Negeri Batu Merah dan Passo sendiri terjalin sejak abad ke-16. Ketika itu orang-orang dari Passo dan Batu Merah dalam perjalanan menggunakan perahu kora-kora, membawa upeti untuk Sultan Ternate. Lalu kora-kora orang Passo mengalami kecelakaan dan dibantu oleh orang Negeri Batu Merah.

Sejak saat itu, orang Passo mengangkat sumpah sebagai pela adik, dan orang Batu Merah sebagai pela kakak. Hingga saat ini, perjanjian tersebut tetap berlaku, bahwa mereka akan saling membantu. Perjanjian yang sama juga terjalin antara sejumlah negeri lainnya di Maluku, yang punya ikatan kekerabatan seperti itu.

Termasuk dalam perjanjian ini, dengan adanya ikatan persaudaraan antar kedua penduduk desa tersebut, artinya penduduk dari kedua desa tersebut tidak dapat menikah karena adanya ikatan kakak-adik sesuai kesepakatan. (emsal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s