Penduduk Miskin Terbanyak di Jawa, Tapi Persentase Terbesar di Maluku-Papua


satumaluku.com- Badan Pusat Statistik, Senin (18/7/2016), melansir jumlah penduduk miskin di Indonesia masih tak beranjak dari angka 20 juta jiwa. Angka kemiskinan per Maret 2016 tercatat sebesar 28,01 juta atau sebesar 10,86 persen dari total penduduk Indonesia.

Menurut Kepala BPS Suryamin, Pulau Jawa masih menjadi penyumbang tertinggi terhadap jumlah kemiskinan di Indonesia, yaitu mencapai 14,97 juta jiwa. Namun secara persentase, penduduk miskin tertinggi di Indonesia terdapat di daerah Maluku dan Papua, yaitu sebesar 22,09 persen.

“Jawa masih menjadi daerah tertinggi karena besarnya jumlah penduduk yang terpusat di Jawa. Tapi kalau persentase terbesar kita melihat terjadi di Maluku dan Papua,” kata Kepala BPS Suryamin.

Mengutip dari data BPS, berikut adalah jumlah dan persentase penduduk miskin di Indonesia:

1. Sumatera
 - Perkotaan: 2,06 juta jiwa (9,17 persen)
 - Pedesaan: 4,22 juta jiwa (12,60 persen)

2. Jawa
 - Perkotaan: 6,9 juta jiwa (7,77 persen)
 - Pedesaan: 8,07 juta jiwa (14,04 persen)

3. Bali dan Nusa Tenggara
 - Perkotaan: 0,6 juta jiwa (10,22 persen)
 - Pedesaan: 1,54 juta jiwa (18,23 persen)

4. Kalimantan
 - Perkotaan: 0,28 juta jiwa (4,17 persen)
 - Pedesaan: 0,69 juta jiwa (7,88 persen)

5. Sulawesi
 - Perkotaan: 0,38 juta jiwa (5,79 persen)
 - Pedesaan: 1,73 juta jiwa (14,07 persen)

6. Maluku dan Papua
 - Perkotaan: 0,12 juta jiwa (5,54 persen)
 - Pedesaan: 1,42 juta jiwa (29,62 persen).

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku melansir jumlah penduduk miskin (penduduk yang pengeluaran per bulannya berada di bawah garis kemiskinan) di Maluku pada Maret 2016 sebanyak 327,72 ribu jiwa (19,18 persen).

“Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan September 2015 yang berjumlah 327,77 ribu jiwa (19,36 persen), maka tingkat kemiskinan di Maluku menurun sebanyak 0,17 poin,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk, di Ambon Senin, dilansir Antara.

Dari sisi jumlah, lanjutnya, penduduk miskin di Maluku berkurang sebanyak 50 jiwa.

Dumangar mengatakan, informasi jumlah penduduk miskin di Maluku sebenarnya sudah harus disampaikan pada Maret 2016, hanya saja di Pusat maupun daerah disibukkan dengan persiapan hingga kegiatan sensus ekonomi yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 31 Mei 2016.

Dia menjelaskan, selama periode September 2015 sampai dengan Maret 2016, penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sebanyak 350 jiwa, sementara di daerah perkotaan bertambah sebanyak 480 jiwa.

Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan masih tinggi, yaitu 26,82 persen dibandingkan dengan daerah perkotaanyang mencapai 7,66 persen.

Sedangkan peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

“Pada bulan Maret 2016 sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 76,80 persen,” katanya.

Pada periode September 2015 sampai dengan Maret 2016, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeka keparahan kemiskinan (P2)menunjukan kecendrungan menurun.

Hal ini mengindikasikan bahwa dalam periode satu tahun terakhir rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin dekat di bawah garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga berkurang. (ald/ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s