Musisi Muda Maluku David Rampisela Rilis Mini Album di Ambon


Cuaca di Ambon seharian tadi lebih bersahabat. Padahal sehari sebelumnya, Senin (25/7), hujan menghiasi sejumlah sudut kota ini. Suasana hati lelaki berperawakan tinggi yang dikenal kalem itu, juga sedang cerah.

Betapa tidak, di hadapan puluhan anak muda kota yang dikenal dengan sebutan City Of Music ini, Dave –begitu dia biasa disapa—baru saja merilis mini albumnya: “Lagu-lagu Yang Ditulis Di Bulan Juli”. Dia sengaja memilih Workshop Coffee Ambon, sebuah tempat nongkrong anak muda dan komunitas kreatif di Ambon.

Musisi muda yang punya nama lengkap David Rampisela ini, menyanyikan kelima lagu dalam albumnya itu, yang dimainkan secara akustik. Dia juga membawakan beberapa lagu dari artis-artis, yang menjadi inspirasinya dalam berkarya.

Yap, dari judul mini albumnya, Dave sengaja memberi tahu penikmat musik, kalau kelima lagu itu tanpa sengaja tercipta persis di bulan Juli. Ide awalnya menurut Dave, ketika dia melihat peluang bisa menghasilkan mini album di kota ini.

“Saya membuat album musik dengan cara sesederhana mungkin. Dengan biaya seminimal mungkin. Album saya pilih dengan konsep akustik karena di Ambon belum tersedia Studio Rekam yang dapat merekam Music Full Band,” ujar Dave sesaat sebelum acara launching mini album tersebut.

Lagu-lagu tersebut menurut Dave dia ciptakan sediri sejak beberapa tahun lalu, yang dia tulis dan simpan dengan rapih dalam sebuah notes kesayangan. Bagi pria berumur 28 tahun ini, bulan Juli adalah bulan yang romantik. Sebab pada bulan Juli di Ambon, sedang musim penghujan. Dingin lantaran hujan, baginya, menghadirkan nuansa romantis.

DIBANTU PARA SAHABAT

Di awal pembuatan album ini, Dave melakukannya sendiri, dengan bantuan beberapa sahabatnya. Proses rekamannya pun dia lakukan sendiri di studi musik tak jauh dari rumahnya.

“Proses recording, mixing dan mastering saya lakukan sendiri dalam waktu 12 jam. Proses pencetakan cover dan CD juga saya lakukan sendiri. Sedangkan design cover album, saya dibantu para sahabat,” terangnya.

Apa yang dia lakukan, menurut Dave, semoga bisa menginspirasi anak-anak muda Maluku lainnya, yang ingin menghadirkan album sendiri. “Jangan pernah takut dan merasa sulit bikin album sendiri. Karena sekarang membuat album sudah sangat mudah. Jika ada kesulitan, kita bisa mencari tahu di internet atau meminta saran kepada teman-teman, yang sudah pernah membuat. Paling penting, walau pun kita membuat album tersebut secara sederhana, jangan sampai kita membuat album yang asal-asalan dan tanpa kualitas,” paparnya.

Semua lagu dalam mini album tersebut, sangat berkesan bagi Dave, Namun ada satu lagu kesukaannya berjudul “Segera”. Sebab lagu ini diciptakan bagi keponakannya. Mini album tersebut hanya dicetak 50 keping, namun bisa dibeli secara digital di iTunes dan streaming pada beberapa aplikasi lainnya. Satu album Dave ini dibandrol Rp.25.000.-. “Lagu-lagu ciptaan saya ini disukai dan berkesan bagi orang lain adalah kepuasan tersediri bagi saya,” harapnya.(tiara m.a. salampessy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s