Tiga Sketcher Maluku Ikut International Semarang Sketchwalk


TIGA sketchers atau pembuat gambar sketsa dari Maluku yakni Rio Dafcar Efroean, Linley J. Pattinama dan Embong Salampessy, ikut berpartisipasi pada even Internatonal Semarang Sketchwalk (ISSW) 2016 di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang akan diikuti sketchers dari dalam dan luar negeri.

“ISSW 2016 digelar tanggal 26 sampai 28 Agustus ini, antara lain bertujuan untuk mendukung ekonomi kreatif serta pariwisata di Provinsi Jawa Tengah, dan ditargetkan melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan,” ujar Linley J. Pattinama yang juga adalah Ketua Komunitas Maluku Sketchwalk, di Ambon, kemarin.

Gelaran ISSW 2016 sendiri, menurut Linley, menjadi sebuah gelaran pesta besar bagi para sketchers dunia, yang digelar di Indonesia. Informasi yang didapatkan dari panitianya menyebutkan, Semarang terpilih sebagai tempat penyelenggaraan bukan hanya karena memiliki atraksi visual yang mengagumkan juga karena dedikasi para seniman dan Pemerintah Daerahnya yang saling menyokong dalam mengembangkan ekonomi kreatif di provinsi tersebut.

Semarang Sketchwalk sendiri selaku panitia even tersebut, lanjut Linley, merupakan gerakan lintas komunitas seni dan hobiis sketsa di Semarang, yang secara rutin mengadakan kegiatan luar ruangan untuk menggambar sejumlah titik yang memiliki kelebihan tertentu secara visual maupun bernilai seni ataupun bersejarah.

“Kelebihan ini, seperti diakui panitia ISSW 2016, rupanya tidak hanya dilihat oleh para sketchers Semarang, namun juga mereka yang di luar Semarang. Bahkan sketchers manca negara yang kebetulan berkunjung ke Semarang menganggap Kota Semarang memiliki estetika kota yang cukup mengagumkan,” ujarnya.

MALUKU SKETCHWALK
Pada kesempatan yang sama, Embong Salampessy yang dikenal juga sebagai jurnalis ini katakan, beberapa tahun belakangan ini komunitas sketchers marak bermunculan di berbagai negara, termasuk pada beberapa kota di tanah air. Banyak komunitas sketchers itu yang berkiblat ke wadah internasionalnya yang diberinama Urban Sketchers.

“Komunitas yang sama akhirnya bisa kami hadirkan di daerah ini dengan nama Maluku Sketchwalk (MSW). Menurut rekan Donald Saluling yang dipercayakan menjadi Ketua Indonesia Sketchers atau sebuah organisasi yang mewadahi para sketchers di tanah air, MSW mungkin merupakan komunitas sketchers pertama di wilayah timur Indonesia,” uja Embong yang juga salah satu pendiri MSW itu.

Dia katakan, dari sejumlah literatur yang ada disebutkan, Urban Sketchers (USK) adalah sebuah komunitas global seniman yang melakukan kegiatan menggambar pada suatu lokasi di kota besar, kota dan desa dimana mereka tinggal atau dimana mereka melakukan perjalanan ke.

“Gerakan Urban Sketchers dimulai pada media Flick, tahun 2007 oleh jurnalis Gabriel Campanario. Pada tahun 2009 Campanario mendirikan Urban Sketchers sebagai organisasi. Manifesto Urban Sketchers telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Moto USK adalah: Kami menunjukkan kepada dunia, satu gambar pada suatu waktu,” papar Embong.

Menyinggung tentang perbedaan sketsa dengan lukisan, Embong katakan, sketsa dilakukan secara cepat dan spontan. Dengan kata lain, sketsa adalah ungkapan estetis secara sederhana, karena menggunakan garis secara hemat dan selektif untuk menyampaikan pesan dan lebih menekankan kepada proses.

“Sedangkan lukisan dibangun dengan menggunakan unsur-unsur yang lengkap seperti tekstur, kedalaman/ruang, gelap- terang, dan warna disamping unsur garis. Dengan kata lain, lukisan menekanan kepada hasil,” terangnya.

Itu artinya, lanjut Embong, tidak semua orang bisa menjadi pelukis, tapi semua orang bisa membuat sketsa. Karena dalam membuat sketsa lebih tergantung kepada minat ketimbang bakat.

“Hal tersebut, misalnya dibuktikan lewar kehadiran MSW yang belum berhitung bulan di Ambon. Beberapa teman yang mengaku tidak bisa melukis, setelah beberapa kali melakukan live sketch atau bersama-sama membuat sketsa di satu sudut kota ini, sekarang sudah keasyikan dengan aktivitas ini,” ungkapnya.

Dia katakan, teman-teman sketchers di ISW semakin termotivasi untuk membuat sketsa, setelah mendapat titipan harapan dari Ketua Indobesia Sketchers Donald Saluling, agar ada teman-teman di kawasan timur yang bisa ikut menceritakan tentang bagian lain di Indonesia via Urban Sketching.

“Syukurlah, diawal kelahiran MSW ada rekan Ahmad Bobby Ashary dari Indonesia Sketchers, yang kebetulan sedang berada di Ambon, dan bisa berbagi pengetahuan tentang sketsa dan aktivitas Urban Sketch,” pungkasnya.(***)

One thought on “Tiga Sketcher Maluku Ikut International Semarang Sketchwalk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s