Komunitas Batu Bulan Nominator Peduli Sungai Nasional


Ambon- Komunitas Batu Bulan menjadi salah satu nominator untuk meraih predikat sebagai kelompok peduli sungai terbaik tingkat nasional tahun 2016.

“Lomba komunitas peduli sungai digelar Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk menggugah dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk peduli dan menjaga kebersihan sungai,” kata Imam Anshori, salah seorang tim juri lomba, di Ambon, Selasa.

Imam berada di Ambon bersama dua anggota juri lainnya yakni Imam Mardjianto dan Agus Haryono berada di Ambon untuk melakukan penilaian lapangan terhadap kinerja komunitas Batu Bulan untuk menjaga dan memelihara kebersihan sungai Batu Gajah di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Selain itu, membangun kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama peduli, memelihara dan menjaga sungai Batu Bajah sebagai salah satu sumber kehidupan di masa mendatang.

Imam Anshori menandaskan, lomba komunitas peduli sungai diikuti 20 kelompok masyarakat dari 18 provinsi pada Agustus 2016, di mana berdasarkan seleksi dan penilaian hanya tersisa enam komunitas.

“Saat ini Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerjunkan tim juri untuk melakukan penilaian akhir terhadap kinerja enam komunitas di enam provinsi yang masuk kategori nominator untuk meraih juara tingkat nasional,” katanya.

Dia mengakui komunitas peduli Batu Bulan mampu membangun kerja sama serta memotivasi masyarakat sekitar untuk turut terlibat bersama menjaga kebersihan sungai Batu Gajah.

Dia menandaskan, lomba peduli sungai digelar sebagai salah satu langkah membangun kepedulian individu atau kelompok yang mampu membangun komunikasi dan kepedulian kelompok pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, daerah, industri dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air terpadu.

Khusus di Maluku, tambah, Imam Anshori, komunitas Batu Bulan merupakan satunya komunitas di Ambon dan Maluku yang peduli dengan pengelolaan sungai sebagai salah satu sumber kehidupan masa depan.

Gubernur Maluku, Said Assagaff memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada komunitas Batu Bulan karena mampu mengangkat nama daerah berkat kepedulian mereka secara individu maupun kelompok untuk menjaga dan memelihara sungai Batu Gajah.

Said berharap, kepedulian komunitas Batu Bulan dapat menjadi “virus” dan motivasi bagi kelompok masyarakat lainnya terutama yang bermukim di sepanjang aliran sungai, untuk terlibat aktif menjaga dan memelihara sungai-sungai di Ambon maupun di Maluku, sebagai salah satu sumber kehidupan.

Dia juga mengimbau masyarakat khususnya warga Batu Gajah untuk dapat menjaga dan merawat sungai dengan tidak membuang sampah dan limbah, agar menjadi sumber bagi aktivitas sehari-hari masyarakat dan tidak menimbulkan dampak kerusakan lingkungan.

“Mari sama-sama menjaga kualitas dan kuantitas air sungai batu Gajah sehingga dapat terus dimanfaatkan dan dinikmati hingga anak dan cucu kita di masa mendatang,” ujar Said.(ant)

Sumber: antara
Pewarta: Jimmy Ayal
Editor: John Nikita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s