Buku Carita Orang Basudara Diterbitkan di Australia dalam Bahasa Inggris


AMBON- Buku Carita Orang Basudara (COB): Kisah-kisah Perdamaian dari Maluku akhirnya bisa dibaca penikmat buku internasional, setelah yang ditulis sejumlah pekerja kemanusiaan di Maluku itu diterbitkan dalam bahasa Inggris, yang dikerjakan oleh Herb Feith Foundation dan akan segera dipublikasikan oleh penerbit dari Universitas Monash – Australia.

“Buku yang saya bersama sahabat Embong Salampessy, Ihsan Ali – Fauzi dan Irsyad Rafsadi editori ini, akan diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris dengan judul ‘Basudara Stories of Peace from Maluku: Working Together for Reconciliation’,” ujar Jacky Manuputty, salah satu editor buku COB ini, di Ambon, Kamis (8/9).

Informasi tentang buku COB versi bahasa Inggris yang penerjemahannya dilakukan oleh Hilary Syaranamual ini, bisa dibaca pada laman di link berikut http://www.publishing.monash.edu/books/bspm-9781925495140.html.

Menurut Jacky, meski berisi kisah-kisah perdamaian di Maluku, namun buku COB ini sama sekali tidak mengklaim bahwa hanya mereka yang menulis dalam buku inilah yang berjasa bagi upaya-upaya perdamaian di Maluku.

“Kami berharap pengalaman mereka yang belum sempat dimuat di buku COB ini, bisa dibaca suatu saat nanti, karena pengalaman itu sangat berharga untuk disampaikan,” kata Jacky yang berharap Gubernur Maluku Said Assagaff bisa membantu memfasilitasi pembuatan buku Carita Orang Basudara II atau minimal membantu cetak ulang buku COB versi bahasa Indonesia yang saat itu dicetak dalam jumlah terbatas.

Diakui Jacky, pada mulanya buku ini (versi bahasa Indonesia), yang sudah mulai dipersiapkan sejak tahun 2007, digagas sejak 2007 di Lembaga Antar Iman Maluku. Dan digagas dengan pendekatan yang sangat idealis.

“Beberapa metode pengumpulan bahan digunakan, seperti metode induktif, bottom-up approach, dengan para (calon) penulis atau narasumber adalah mereka yang memiliki dan bekerja di basis, seperti imam atau da’i, pendeta, pastor, aktivis, peneliti, jurnalis dan lain-lain,” paparnya.

Pihaknya juga, lanjut Jacky, mencoba menggunakan pendekatan reflektif, yaitu dengan menggali pengalaman-pengalaman perjumpaan praktis, yaitu dengan menggali pengalaman-pengalaman perjumpaan praktis di lapangan pra, ketika dan pasca-konflik, dengan melihat masalah-masalah konflik antar-agama secara kritis dari sudut pandang (teologi) kontekstual.

Tapi rencana idealis di atas, menurut Jacky, tak terlaksana karena berbagai alasan. Pilihan yang akhirnya ditempuh adalah dengan mengundang sejumlah individu untuk menuturkan kisahnya, dan jadilah buku COB tersebut.

“Sayangnya, hingga buku COB versi bahasa Indonesia ini diterbitkan pada Januari 2014, sejumlah (calon) kontributor yang semula menyatakan bersedia menulis, gagal memenuhi target mereka, karena kesibukan dan alasan-alasan lainnya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Embong Salampessy katakan, selain Guru Besar Sejarah Sosial dan Ekonomi Asia Tenggara pada Universitas Amsterdam Gerry van Klinken dan staf pengajar pada jurusan Hubungan Internasional dan Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) Universitas Gajah Mada Rizal Panggabean, para penulis yang berpartisipasi dalam penulisan buku COB, adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam dinamika konflik Maluku pada tahun 1999 – 2002.

“Sejauh kami ketahui, inilah buku pertama yang merekam kesaksian langsung mereka, yang mereka tulis sendiri, dalam kata-kata yang mereka pilih sendiri,” ujarnya.

Latar belakang mereka, menurut Embong, sangat beragam. Ada jurnalis, ulama, politisi, mantan walikota, aktivis sosial, dosen, fotografer, aktifis perempuan, seniman, mahasiswa dan lain-lain.

Dia katakan, ketika konflik berlangsung, usia mereka juga beragam, dan semuanya tercermin di sini. Ada penulis yang mengekspresikan pengalaman keterlibatannya saat dia masih berusia sembilan tahun. Di sisi lain, seorang penulis lain merekam pengalaman konflik dan perdamaian pada usianya yang ke-60.

“Keterlibatan mereka dengan konflik juga berbeda-beda. Banyak penulis yang terlibat sepenuhnya dalam setiap tahapan konflik dan perdamaian, tapi ada juga penulis yang tak sepenuhnya berada di Maluku ketika konflik berlangsung. Keragaman ini menjadikan buku COB sebuah mozaik yang menarik untuk memahami peristiwa konflik dan perdamaian di Maluku dari berbagai sudut,” pungkasnya.

Buku COB versi bahasa Indonesia sendiri diterbitkan atas kerjasama Lembaga Antar Iman Maluku, Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina Jakarta dan The Asia Foundation.(SM-15)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s