Danlantamal Ambon Terima Gelar Adat dari Warga Pelauw


Ambon- Warga Negeri Pelauw, atau Matasiri kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah memberikan gelar adat “Upu Mahalatu Kopari” atau Raja Penguasa Laut kepada Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon, Laksamana Pertama TNI. Nur Singgih Prihartono.

Penyematan gelar adat kepada Danlantamal Nur Singgih dilaksanakan dan disaksikan ribuan warga Pelauw.

Danlantamal Nur saat itu berkunjung ke pulau Haruku untuk mengecek kegiatan bakti sosial kesehatan yang dilakukan Lantamal IX Ambon dan dipusatkan di Negeri Pelauw, Sabtu (24/9).

Penyematan gelar adat dilakukan oleh Lebe Rusun atau perwakilan Marga Latuconsina, sebagai mata rumah raja mewakili Upu Latunusa Barakate atau Raja Hatuhaha, dengan ditandai penyematan celana, baju serta penutup kepala berwarna putih, serta ikat pinggang merah serta sebilah parang adat.

Baju, celana dan ikat kepala putih melambangkan kesucian hati, sedangkan ikat pinggang merah dan parang melambangkan keberanian.

Khusus sebilah parang adat yang diberikan biasanya digunakan warga Pelauw untuk mengikuti ritual “Maatenu”, yakni salah satu ritual warga setempat yang memperlihatkan kekebalan tubuhnya jika dipotong, ditikam atau diiris dengan menggunakan parang atau benda tajam lainnya.

Dengan pemberian gelar adat tersebut, maka Danlantamal Nur resmi menjadi warga kehormatan dan putra adat Negeri Pelauw yang dikenal dengan Matasiri Barakate.

Sekretaris Desa Pelauw, Moh Ally Latuconsina, menegaskan, melalui pemberian gelar adat tersebut, maka desanya menjadi tempat kelahiran kedua bagi Laksma Nur..

“Kami akan menginformasikan pemberian gelar adat ini kepada seluruh warga Pelauw dimana pun berada, bahwa Danlantamal Ambon, adalah bagian dari masyarakat adat pelauw,” katanya.

Dia berharap, dengan gelar adat tersebut, Laksma Nur dapat ikut bersama-sama warga Pelauw untuk membangun daerah tersebut di masa mendatang.

“Jadi bagi seluruh warga Pelauw jika bertemu Laksamana Nur , bisa disapa atau dipanggil bapak, om, kakak atau opa, karena telah menjadi bagian dari masyarakat adat pelauw,” tandas Moh. Ally.

Laksma Nur menyatakan kebanggannya menerima gelar adat tersebut, sekaligus menjadi bagian dari masyarakat adat desa Pelauw.

“Mulai hari ini saya menjadi warga Pelauw. Saya ikut bertanggung jawab untuk membangun desa ini bersama-sama dengan seluruh warga Pelauw,” katanya.

Dia berharap gelar adat yang diberikan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi dirinya selama mengemban tugas sebagai Danlantamal Ambon maupun merintis tugas di tempat lain.

“Saya mungkin tidak bisa menghafal nama atau mengenali satu persatu warga Pelauw. Jadi jika ke depan bertemu dengan saya dan keluarga di jalan atau tempat lain, ditegur saja karena saya sudah menjadi bagian dari warga pelauw,” katanya.

Dia berharap di waktu mendatang dapat melaksanakan kepercayaan serta amanat yang diberikan warga Pelauw kepada dirinya, baik dalam mengemban tugas maupun dalam tanggung jawabnya sebagai warga adat Desa Pelauw.

sumber: Antara
Pewarta: Jimmy Ayal
Editor: John Nikita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s