Pemkot Ambon Alokasikan Anggaran Honor Guru PAUD


Ambon- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengalokasikan anggaran pembayaran honor tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di APBD tahun 2016.

Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustaf Latuheru menyatakan, tahun 2016 pihaknya mengalokasikan anggaran bagi tenaga pendidik PAUD yakni guru honor yang mengabdi selama ini.

“Besaran honor yang diterima bervariasi selama ini dengan rata-rata yang diterima belum layak untuk hidup selama satu bulan, sehingga tahun 2016 kami mengucurkan dana tambahan dari APBD,” katanya di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan, dana tambahan yang dialokasikan sebesar Rp960 juta bagi 480 orang tenaga pendidik kelompok bermain masing-masing Rp200 ribu per orang per bulan.

“Jumlah tersebut masih belum layak dibandingkan rata-rata kebutuhan hidup di kota Ambon, tetapi kami berupaya memberikan anggaran bagi tenaga pendidik,” ujarnya.

Anthony menjelaskan, pembinaan anak serta hak hidup harus menjadi perhatian utama orang tua, para guru serta pemerintah untuk menyiapkan Sumber Daya dan fasilitas penunjang pendidikan.

Pembinaan kecerdasan intelektual penting tetapi lebih diarahkan kepada mentalitas budi pekerti dan pelayanan kesehatan anak.

“Yang paling berpengaruh dalam mempengaruhi mentalitas dan budi pekerti anak adalah pihak-pihak yang setiap hari beraktifitas dengan anak yakni keluarga dan pihak sekolah,” katanya.

Diakuinya, mentalitas anak yang penuh semangat, tegar, ulet, percaya diri, kreatif didukung budi pekerti yang baik, santun, saling menghargai dan menghormati membentuk anak tumbuh menjadi generasi bangsa yang baik.

“Pendidikan yang baik ditunjang pembentukan karakter dipastikan anak akan tumbuh menjadi generasi yang mampu dan dipercaya untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa kedepan,” tandasnya.

Anthony menambahkan, peran tenaga pendidik sangat membantu tumbuh kembang anak, karena melalui pendidikan formal di PAUD dan kelompok bermain anak akan tumbuh dengan karakter yang baik.

“Sebaliknya jika tidak ditunjang pendidikan formal yang baik maka anak tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan, dan tumbuh menjadi anak yang pemalu. Disinilah peran para guru karena itu kita berupaya memberikan perhatian juga kepada para guru agar kedepan dapat mengembangkan kompetensi untuk peningkatan pendidikan dan karakter anak bangsa,” katanya.

Sumber: Antara
Pewarta: Penina Mayaut
Editor: John Nikita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s